Waspada.id Menyapa Korban Banjir Aceh: Harapan dan Kepedulian di Gampong Cek Mbon
Sumber Foto: waspada.id
Ruang Redaksi

Waspada.id Menyapa Korban Banjir Aceh: Harapan dan Kepedulian di Gampong Cek Mbon

Langit sore di Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, masih menyimpan kesedihan pascabencana banjir yang melanda. Jejak banjir setinggi empat meter telah meninggalkan dampak yang mendalam bagi masyarakat setempat. Lumpur masih menempel di dinding rumah, perabotan banyak yang rusak, dan hampir semua bangunan hanya tersisa rangka.

Di tengah kesedihan tersebut, tim redaksi Waspada.id hadir dengan secercah harapan. Pada Kamis, 15 Januari 2026, tim tersebut mendatangi salah satu wilayah yang terdampak parah oleh banjir di Aceh Timur. Kehadiran mereka bukan hanya untuk melaporkan berita, tetapi juga untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako kepada warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.

Gampong Cek Mbon terletak sekitar 25 kilometer dari jalan lintas Sumatera di Peureulak, dan hampir terisolasi saat banjir besar terjadi pada 26 November 2025. Air datang dengan cepat, menenggelamkan permukiman hingga setinggi empat meter dan merusak sekitar 100 rumah warga.

Hasan Basri, Keuchik Gampong Cek Mbon, menyatakan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia mengaku tidak pernah membayangkan desanya akan mengalami bencana sebesar itu. Dalam waktu yang singkat, air menguasai rumah, sawah, dan jalan desa, memaksa warga untuk menyelamatkan diri dan mengungsi ke bukit sekitar dua kilometer dari desa mereka.

Paket-paket sembako dari para donatur diserahkan secara simbolis kepada perangkat gampong dan warga terdampak. Meskipun isinya sederhana, yaitu beras dan kebutuhan pokok lainnya, maknanya jauh lebih besar: kepedulian dan kebersamaan di tengah kesulitan.

“Kami datang bukan sebagai orang yang paling mampu membantu, tetapi sebagai saudara yang ingin berbagi,” ungkap Rizaldi Anwar, salah satu anggota tim redaksi Waspada.id. Kegiatan ini merupakan perpanjangan dari nilai-nilai jurnalistik yang dipegang oleh tim, yakni media tidak hanya hadir melalui kata dan gambar, tetapi juga melalui aksi nyata saat masyarakat membutuhkan.

Keuchik Hasan Basri menunjukkan semangatnya untuk mendampingi warganya. Meskipun lelah, ia terus menyemangati masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. “Kruee seumangat,” ujarnya, berharap desanya segera pulih dari bencana ini.

Doa mengalir dari Gampong Cek Mbon sore itu, berharap agar musibah segera berlalu dan warga diberikan kekuatan untuk menghadapi ujian ini. Di akhir kunjungan, tim Waspada.id pamit dengan harapan sederhana agar bantuan ini dapat menjadi penguat langkah warga untuk kembali berdiri.

Dari lumpur banjir Aceh Timur, pesan kemanusiaan itu bergema, bahwa kepedulian selalu menemukan jalannya. Mari bangkit bersama warga dan menata kembali kehidupan menuju normal. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.