Iran Tutup Selat Hormuz, Pasar Minyak Terpengaruh
Ruang Press - HARIAN DISWAY - Pemerintah Iran secara resmi menutup Selat Hormuz yakni jalur laut strategis yang menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Penutupan tersebut diumumkan sebagai respons atas serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup sepenuhnya bagi semua kapal laut.
IRGC juga memperingatkan akan menyerang atau "membakar" kapal-kapal yang tetap mencoba melintas melalui selat tersebut.
Peringatan keras itu disebarkan melalui siaran radio frekuensi tinggi kepada kapal-kapal yang berada di sekitar selat. Radio militer Iran menegaskan tidak ada kapal yang diizinkan melewati dan kapal yang tetap melintas akan menjadi target.
Kepala IRGC menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk pembalasan atas tekanan militer terhadap kedaulatan Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah serangkaian serangan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran yang menurut Tehran memperburuk ketegangan regional.
Reaksi global terhadap penutupan ini cepat terasa di pasar minyak. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 9% dalam perdagangan awal minggu ini sebagai respons terhadap gangguan pasokan potensial tersebut.
Nama Selat Hormuz berasal dari kerajaan Kuno Hormuz yang pernah menguasai kawasan tersebut pada kisaran abad ke-10 hingga abad ke-17.
Sejak masa itu, wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik penting dalam aktivitas pelayaran dn perdagangan internasional.




