Todak Bertransformasi Menjadi Brand Lifestyle Gaming Global
Olahraga

Todak Bertransformasi Menjadi Brand Lifestyle Gaming Global

Ruang Press - Liputan6.com, Jakarta - Todak resmi mengambil keputusan besar dalam perjalanan bisnis mereka di industri esports. Setelah sembilan tahun didirikan, perusahaan ini mengumumkan untuk menutup seluruh organisasi esports mereka dan bertransformasi menuju konsep baru bernama Todak 2.0.

Hal ini diungkap langsung oleh Shinta W. Dhanuwardoyo, Presiden Direktur sekaligus Co-Founder, PT Todak Nusantara Group, dalam media briefing di Jakarta, Rabu (3/3/2026).

Ia mengatakan, " ini momen sangat penting bagi perusahaan karena menandai fase baru perkembangan Todak setelah lebih dari sembilan tahun perjalanan sejak pertama kali didirikan."

Todak sendiri lahir di Malaysia pada 2017 dan didirikan oleh Azlan Zainal. Sejak awal brand ini memang dikenal aktif di industri gaming dan esports, termasuk membangun tim kompetitif serta berbagai aktivitas komunitas digital.

Perusahaan kemudian memperkuat ekspansi ke Indonesia pada 2024 dengan membentuk PT Todak Nusantara Group. Namun setelah hampir satu dekade di dunia esports, Tidak kini memilih arah baru.

Menurut Shinta, industri esports telah mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya identik dengan kompetitif dan turnamen, kini ekosistemnya berkembang menjadi bagian dari budaya digital dan gaya hidup generasi muda.

"Acara ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan fase baru perusahaan yang disebut sebagai Todak 2.0," ujar Shinta. "Konsep ini lahir dari pandangan industri esports telah mengalami evolusi besar."

Melalui konsep Todak 2.0, perusahaan ingin membangun identitas sebagai esports lifestyle performance brand. Strategi ini menempatkan Todak sebagai brand hadir dalam kehidupan sehari-hari komunitas gaming.

Tak lagi terbatas pada kompetisi esports, tetapi juga pada produk, budaya digital, dan gaya hidup generasi gamer. "Tujuan utamanya adalah membangun brand yang tidak hanya hadir dalam kompetisi esports, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari para penggemar gaming dan komunitas digital," ucapnya.

Ambisi di Konsep Todak 2.0

Todak pun memiliki ambisi besar untuk menjadi brand pertama di dunia memposisikan diri sebagai global esports lifestyle performance brand.

"Hingga saat ini belum ada brand global yang benar-benar mengembangkan konsep lifestyle yang berakar dari budaya esports. Oleh karena itu Todak ingin memanfaatkan momentum perkembangan industri ini untuk membangun identitas baru yang lebih luas," paparnya.

Transformasi ini juga ditandai dengan perubahan identitas visual brand, di mana Todak memperkenalkan elemen baru bernama battle scar pada logo mereka.

Elemen tersebut digambarkan sebagai luka pada sirip ikan Todak menjadi simbol perjalanan panjang perusahaan, Menurut Shinta, battle scar ini melambangkan pengalaman, ketahanan, serta proses evolusi membentuk brand asal Malaysia tersebut hingga kini.

"Luka tersebut menjadi simbol pengalaman dan pertumbuhan yang membuat brand menjadi lebih kuat. Filosofi ini kemudian dirangkum dalam konsep “earn your battle scar.” ujarnya.

Filosofi ini menjadi fondasi dari arah baru perusahaan, di mana Todak ingin menjangkau generasi digital yang memiliki semangat kompetitif dan terus berkembang, baik di dunia gaming maupun kehidupan sehari-hari.

PB ESI Targetkan Medali di Asian Games 2026

Di sisi lain, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) baru saja menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) untuk membentuk Tim Nasional Esports menuju Asian Games 2026.

Dijelaskan, langkah ini menjadi tahapan lanjutan setelah PB ESI melakukan proses entry by number dan pembentukan awal skuad terbaik.

Mengutip keterangan resminya, Senin (23/2/2026), Seleknas ini berlangsung mulai dari 20 Februari hingga 15 Maret 2026, dan berlanjut ke Pemusatan Latihan Nasional atau Pelatnas sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026.

Melalui Badan Timnas Esports, PB ESI menerapkan tiga mekanisme seleksi. Skema tersebut terdiri dari penunjukan langsung, seleksi terbatas, dan seleksi terbuka.

Penunjukan langsung diberikan kepada atlet atau tim dengan rekam jejak prestasi teruji dan performa konsisten dalam periode pemantauan terakhir.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada kualitas performa, rekam jejak prestasi, serta mentalitas bertanding di level internasional.

Sementara itu, seleksi terbatas menyasar tim dan atlet yang masuk radar pemantauan teknis Badan Timnas. Nantinya, mereka akan dievaluasi berdasarkan data kompetisi, analisis permainan, kesiapan mental dan taktik, serta catatan prestasi nasional dan internasional.

Proses seleksi ini digelar secara online ataupun offline. Selain itu, PB ESI juga membuka jalur seleksi terbuka. Skema ini memberi kesempatan bagi talenta esports dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Diharapkan, langkah ini dapat membuka ruang regenerasi dan pemerataan peluang bagi atlet baru. Ketua Badan Tim Nasional Esports, Brigadir Jenderal Polisi Wishnu Buddhaya, menegaskan pendekatan ini dirancang secara menyeluruh.

You can share this post!