Ruang Press - SINGARAJA, NusaBali.com - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Buleleng menargetkan peningkatan signifikan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dalam lima tahun ke depan.
Target tersebut disampaikan dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar di ruang Kepala Distankan Buleleng, Rabu (4/3).
Sekretaris Distankan Buleleng, Ni Luh Prima Diantari Wati, mengakui sektor pertanian di Buleleng masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar. Mulai dari degradasi lahan, lemahnya daya saing produk, hingga produktivitas dan produksi yang dinilai belum optimal.
Menurutnya, potensi sumber daya alam Buleleng sejatinya cukup besar untuk mendongkrak sektor ini. Selain memiliki lahan sawah dan tegalan (abian) yang luas, Buleleng juga didukung garis pantai panjang yang menopang sektor perikanan. “Pendataan lahan menjadi fondasi kebijakan, khususnya dalam mendorong luas tambah tanam komoditas pangan pokok,” ujar dia.
Ia menjelaskan, transformasi kelembagaan di sektor pertanian juga dipengaruhi sejumlah regulasi nasional terbaru. Di antaranya pengalihan penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian melalui Inpres 3/2025, pengelolaan sumber daya air dan irigasi ke Kementerian PUPR lewat Inpres 2/2025, serta penataan pupuk bersubsidi melalui Perpres 6/2025. Perubahan tersebut, kata dia, menjadi dinamika baru yang harus direspons cepat oleh pemerintah daerah.
“Saat ini, pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditas strategis penyumbang inflasi seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, dan kakao. Meski demikian, sinergi antar instansi terus diperkuat agar target produksi tetap tercapai,” ucapnya.
Pada Tahun Anggaran 2026, Distankan merancang sejumlah program bantuan. Di antaranya 20 paket bantuan untuk 18 desa yang meliputi bibit tanaman pangan, program sekolah sehat untuk 10 SD di lokasi stunting, serta edukasi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi kader Posyandu di sembilan kecamatan.
Selain itu, sektor perikanan juga mendapat perhatian melalui bantuan sarana seperti mesin tempel, genset, mesin jukung, hingga dukungan bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Untuk 2027, Distankan tetap menjalankan 13 program dengan 23 kegiatan dan 53 subkegiatan. Namun, masih ada ruang perbaikan administrasi bagi desa yang belum melengkapi proposal bantuan.
Prima menegaskan, penguatan data dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program yang disusun benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan. “Dengan integrasi kelembagaan, penguatan data, dan sinergi lintas sektor, Buleleng optimistis mampu meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan menyejahterakan petani serta nelayan,” tutupnya. *mzk