Workshop Wartawan UT Group 2025: Mengintegrasikan AI dalam Jurnalisme
Sumber Foto: sawitindonesia.com
Ruang Redaksi

Workshop Wartawan UT Group 2025: Mengintegrasikan AI dalam Jurnalisme

Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT United Tractors Tbk (UT) kembali menggelar Workshop Wartawan tahunan dengan tema "AI dalam Ruang Redaksi: Transformasi Jurnalisme, Kolaborasi, dan Keberlanjutan." Acara ini berlangsung di Tiara Ballroom, Mangkuluhur Artotel Suites, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media nasional.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya Grup UT untuk membangun hubungan strategis dengan media serta memperkuat reputasi perusahaan secara berkelanjutan. Kegiatan ini terdiri dari tiga bagian utama: lomba menulis dan fotografi, sesi workshop dengan para pakar, serta pembaruan corporate yang menyajikan perkembangan kinerja dan inisiatif strategis dari anak perusahaan di lingkungan Grup UT.

Partisipasi dan Narasumber

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, serta Direktur Corporate Human Capital, Communication and Sustainability UT, Ari Sutrisno. Sesi workshop menghadirkan narasumber yang kompeten, termasuk Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo dan Pakar AI serta Digital Forensik Ruby Alamsyah.

Sesi corporate update diisi oleh perwakilan dari berbagai anak usaha Grup UT, antara lain Ari Setiyawan dan Sara K. Loebis dari PT United Tractors Tbk, Boy G. Kalauserang dari PT Energia Prima Nusantara (EPN), Gunawan Setiadi dari PT Pamapersada Nusantara (PAMA), serta Katarina Siburian H. dari PT Agincourt Resources (PTAR).

Pernyataan Wakil Menteri

Dalam sambutannya, Nezar Patria mengapresiasi penyelenggaraan workshop ini. Ia menekankan bahwa meskipun perkembangan teknologi AI menawarkan banyak potensi, tantangan terbesar bagi dunia jurnalistik justru berasal dari perubahan perilaku pembaca dan pengaruh media sosial.

"Workshop seperti ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang penting. Di tengah perubahan, kita harus tetap menjunjung disiplin verifikasi dan nilai-nilai etis jurnalistik. Teknologi bisa dipelajari, namun dedikasi terhadap kebenaran adalah inti dari jurnalisme sejati," ujar Nezar Patria.