WBP Rutan Pekalongan Panen Telur Ayam Petelur Selama Ramadan
Sumber Foto: Pemerintah Kota Pekalongan
Lifestyle

WBP Rutan Pekalongan Panen Telur Ayam Petelur Selama Ramadan

Kota Pekalongan – Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan tetap diwarnai dengan semangat produktivitas. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat kembali melaksanakan panen telur ayam petelur di area brandgang Rutan, Senin (23/02/2026).

Panen telur dipantau langsung oleh Staf Bimbingan Kegiatan, Joko Mudo Prasetyo, bersama peserta Maganghub.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto menuturkan, kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin dijalankan, termasuk selama bulan suci Ramadan.

Sebanyak 12 ekor ayam petelur yang dibudidayakan oleh para WBP berhasil menghasilkan puluhan butir telur dalam panen kali ini.

"Hasil tersebut menunjukkan bahwa produktivitas ternak tetap terjaga berkat perawatan intensif, pemberian pakan teratur, serta kebersihan kandang yang selalu diperhatikan,"ucapnya.

Meski tengah menjalankan ibadah puasa, para warga binaan tetap disiplin menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ia menilai, proses panen dilakukan secara sistematis, mulai dari pengecekan kondisi kandang, pengambilan telur satu per satu, hingga pencatatan hasil panen.

Menurutnya, pencatatan ini menjadi bagian penting dalam evaluasi program pembinaan, guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas budidaya.

"Kegiatan ini merupakan indikator keberhasilan pembinaan keterampilan di bidang peternakan. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan keagamaan selama Ramadan, tetapi juga pada penguatan mental, kedisiplinan, serta keterampilan kerja,"ungkapnya.

Disampaikan Karutan Nanang, panen telur ini menunjukkan warga binaan mampu menjalankan budidaya secara disiplin dan bertanggung jawab. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

"Program peternakan ayam petelur ini dirancang untuk menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan manajemen sederhana kepada warga binaan. Dengan keterampilan tersebut, diharapkan mereka memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi ketika kembali ke tengah masyarakat,"harapnya.

Lanjutnya, hasil panen telur dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Bahan Makanan (BAMA) di dapur Rutan, sehingga turut membantu pemenuhan gizi bagi seluruh warga binaan. Sementara sebagian hasil lainnya berpotensi untuk dipasarkan, sebagai bentuk latihan kewirausahaan sederhana.

Program pembinaan kemandirian ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukanlah penghalang untuk tetap berkarya. Justru di bulan penuh berkah ini, semangat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keterampilan semakin diperkuat.

"Melalui kegiatan produktif seperti budidaya ayam petelur, kami terus mendorong terciptanya warga binaan yang lebih siap, mandiri, dan berdaya saing saat kembali ke masyarakat," tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)