Vietnam Resmi Bergabung dengan Badan Energi Internasional
Konferensi Tingkat Menteri Badan Energi Internasional (IEA) tahun 2026, yang diadakan di Paris, Prancis, secara resmi menyetujui proposal untuk menjadikan Vietnam sebagai negara anggota asosiasi organisasi tersebut.
Dalam pidatonya di konferensi tersebut, Duta Besar Vietnam untuk Prancis, Trinh Duc Hai, menekankan bahwa keputusan IEA merupakan bukti nyata pengakuan atas upaya tak kenal lelah dan tekad kuat Vietnam dalam transisi energi dan aksi iklim global.
Bergabung dengan IEA sangat penting karena Vietnam memasuki fase pembangunan baru, dengan teguh mengejar netralitas karbon dan transisi energi hijau.
Menegaskan dukungan kuat Vietnam terhadap visi bersama untuk membangun organisasi energi global sejati – yang secara akurat mencerminkan tren energi yang muncul dan menyeimbangkan kepentingan negara-negara anggota dan negara-negara terkait – Duta Besar Trinh Duc Hai menyatakan bahwa Vietnam siap dan akan berkontribusi secara proaktif dan positif terhadap dialog energi global.
Sebelumnya, dalam sambutan pembukaannya di konferensi tersebut, Dr. Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA, menegaskan bahwa negara-negara anggota sangat menghargai hubungan kerja sama yang semakin erat dengan Vietnam, yang bertujuan menuju sistem energi global yang aman, berkelanjutan, dan terjangkau.
Ia menekankan bahwa Vietnam – sebuah negara dengan lebih dari 100 juta penduduk dan potensi tenaga surya, tenaga air, gas alam, serta prospek tenaga nuklir dalam waktu dekat – akan menjadi anggota asosiasi penting dari IEA.
Menurut Direktur Eksekutif IEA, acara ini sekali lagi menegaskan komitmen kuat Vietnam untuk secara aktif berkontribusi pada dialog energi global dan bersama-sama membangun masa depan energi yang aman, berkelanjutan, dan sejahtera.
IEA adalah forum energi terkemuka di dunia. IEA bukan hanya organisasi internasional yang bergengsi, tetapi juga forum kunci dalam memastikan keamanan energi dan mempromosikan transisi energi bersih yang berkelanjutan.
Menjadi negara afiliasi memberi Vietnam akses yang lebih dekat ke sumber daya internasional, analisis kebijakan, dan pengalaman dalam konteks globalisasi energi.
Konferensi Tingkat Menteri IEA 2026, yang diadakan di Paris pada tanggal 18-19 Februari, mempertemukan hampir 60 menteri dan pemimpin senior dari negara anggota dan negara mitra, bersama dengan puluhan eksekutif dari perusahaan energi dan teknologi global terkemuka seperti EDF, TotalEnergies, dan Shell.
Konferensi ini bertujuan untuk menyatukan arah strategis guna meningkatkan keamanan energi di era elektrifikasi, sekaligus memastikan transisi energi yang aman, berkelanjutan, dan hemat biaya bagi semua negara.
Pada konferensi ini, IEA secara resmi mengakui Kolombia sebagai anggota ke-33, meluncurkan proses aksesi untuk menerima Brasil sebagai anggota penuh, dan mengumumkan bahwa India memasuki tahap akhir proses aksesi.




