Tundra Esports Raih Gelar DreamLeague S28 Usai Kalahkan Aurora 3-1
Ruang Press - View Comments
Di Dota 2 modern, kemenangan bukan hanya soal mekanik — tapi soal disiplin makro, pemilihan draft, dan momentum. Dan sekali lagi, Tundra Esports membuktikan bahwa mereka adalah standar tertinggi kompetitif saat ini.
Pada partai grand final DreamLeague Season 28, Tundra sukses menaklukkan Aurora Gaming dengan skor 3-1. Sebuah kemenangan klinis yang semakin mengukuhkan posisi mereka di papan atas ESL Pro Tour musim ini.
Menariknya, midlaner mereka, Bozhidar Bogdanov alias bzm, bahkan menyebut gaya bermain timnya sebagai “boring Dota.” Namun jika “membosankan” berarti menang konsisten dan mengangkat trofi tier-1, rasanya tidak ada yang keberatan.
Game 1 – 33 Minim Farm, Tundra Tetap Dominan
Game pembuka berjalan sangat timpang. Meski Neta Shapira tak mendapatkan farm optimal di lane, Tundra tetap unggul total dari sisi kontrol map. Draft Viper untuk 33 memang bukan tipikal comfort pick miliknya. Namun masalah itu tertutupi oleh performa luar biasa bzm dengan Beastmaster. Dengan 17 kill dan rotasi agresif menggunakan Primal Roar, ia membuat support Aurora tak bisa bernapas sepanjang pertandingan.
BACA JUGA: Setelah 3 Tahun Hibernasi, Ana Kembali: Dua Kali Juara TI Streaming di Twitch
Kesalahan fatal juga dilakukan carry Aurora yang terlalu agresif membawa Divine Rapier di late game. Momentum yang seharusnya menjadi harapan terakhir justru berbalik menjadi titik akhir.
Tundra unggul 1-0 tanpa perlawanan berarti.
Game 2 – Tiny & Keeper of the Light Hancurkan Tempo
Game kedua bahkan lebih brutal. Kombinasi Tiny dan Keeper of the Light benar-benar mengunci tempo pertandingan sejak early game. Timing Blink Dagger 12 menit dari bzm menjadi titik balik krusial. Rotasi cepat, pick-off konsisten, dan dominasi objektif membuat Aurora kehilangan hampir semua lane.
Statistik kill 28-6 menggambarkan betapa satu arahnya pertandingan ini. Bahkan sebelum menit ke-30, game praktis sudah selesai. Tundra memimpin 2-0 dan hanya berjarak satu kemenangan dari gelar.
Game 3 – Aurora Bangkit Lewat Teamfight Solid
Saat banyak yang mengira final akan berakhir 3-0, Aurora justru menunjukkan mental baja. Hero Phoenix yang dimainkan kaori menjadi kunci. Kombinasi Supernova dan Chronosphere menciptakan teamfight yang sulit ditembus. Ditambah Mars sebagai inisiator, Tundra kesulitan memaksakan 5v5.
Draft Tundra yang minim teamfight besar terlihat kurang efektif. Aurora mengeksekusi game plan midgame mereka dengan rapi dan menutup pertandingan dalam 32 menit. Skor menjadi 2-1. Harapan comeback mulai terasa.

Game 4 – Pause 15 Menit dan Ledakan Tinker
Game penentuan ini berjalan unik. Aurora sempat unggul hingga 5.500 net worth menjelang menit ke-30. Draft midgame mereka berbasis Viper dan Abaddon terlihat menjanjikan. Namun pertandingan sempat terhenti 15 menit akibat kendala teknis headset. Setelah laga kembali berjalan, momentum perlahan berpindah.
bzm tampil luar biasa menggunakan Tinker. Damage magic tanpa henti membuka ruang bagi 33 yang memainkan Brewmaster untuk menciptakan kekacauan lewat Primal Split.

Aurora kehilangan timing midgame. Begitu masuk fase late game, komposisi Tundra jauh lebih unggul. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-1 untuk Tundra.
BACA JUGA: Mencari GOAT Esports Indonesia: Legacy, Prestasi dan Potensi, Siapa Paling Layak?
Tundra Semakin Kokoh di Puncak Dunia
Dengan kemenangan ini, Tundra kembali mengamankan poin penting ESL Pro Tour dan memperkuat status mereka sebagai kandidat terkuat menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.

Fleksibilitas draft, adaptasi meta, serta disiplin makro menjadi kunci utama. Bahkan saat lane kalah, mereka tetap menemukan cara untuk kembali lewat teamfight dan scaling.
Aurora Tetap Layak Diapresiasi
Meski kalah, perjalanan Aurora patut diacungi jempol. Bermain dengan stand-in dan tetap mampu menembus grand final bukan pencapaian kecil. Jika mereka mampu memperbaiki decision making di late game dan memperkuat konsistensi, bukan tidak mungkin Aurora akan menjadi penantang serius di musim ini.
Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!
Baca selanjutnya:
Aurora Amankan Visa Schengen 5 Tahun untuk Mikoto, Tapi Posisi Midlane Belum Aman
back to top
BERITA REKOMENDASI
Daftar Lengkap Tim Lolos VALORANT Masters London 2026, Format Turnamen hingga Kisah Mengejutkan
Meta Ubah Kacamata AI Jadi Platform Digital, Game hingga Streaming Segera Hadir
Kebijakan Unik Krafton Berhasil: Bayar Karyawan Rp1 Miliar untuk Punya Anak, Kelahiran Langsung Naik Drastis!
Review Forza Horizon 6, Evolusi Balapan Open World dengan Nuansa Jepang yang Memukau!




