Tundra Esports Melaju ke Grand Final DreamLeague S28 Setelah Kalahkan Liquid 2-0
Sumber Foto: Ligagame Esports
Olahraga

Tundra Esports Melaju ke Grand Final DreamLeague S28 Setelah Kalahkan Liquid 2-0

Ruang Press - Panggung kompetitif Dota 2 kembali menghadirkan duel panas di ajang DreamLeague Season 28. Dalam laga upper-bracket final yang digelar Sabtu, Tundra Esports tampil superior dan menyapu bersih Team Liquid dengan skor meyakinkan 2-0.

Hasil ini memastikan Tundra melangkah langsung ke grand final, sekaligus mengamankan posisi minimal runner-up di turnamen berhadiah total $1 juta tersebut. Bagi para penggemar Dota 2, kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor, tetapi bukti konsistensi dan kedalaman strategi yang mereka tampilkan sepanjang turnamen.

Format dan Hadiah DreamLeague Season 28

DreamLeague Season 28 menghadirkan 16 tim terbaik dunia yang bertarung sejak fase grup. Babak awal menggunakan format round-robin yang terbagi dalam dua grup, masing-masing berisi delapan tim. Semua seri dimainkan dua game.

Empat tim teratas dari masing-masing grup melaju ke Group Stage 2 dengan format single round robin dan pertandingan best-of-three. Selanjutnya, babak playoff menggunakan sistem double-elimination, di mana laga berlangsung best-of-three hingga grand final yang memakai format best-of-five.

Tim juara akan membawa pulang hadiah utama sebesar $250.000 serta tambahan $40.000 sebagai club reward. Sementara runner-up memperoleh $100.000 dan $30.000 untuk organisasi.

Tundra Esports Tampil Dominan di Upper Bracket Final

Pada laga penentuan upper bracket, Tundra menunjukkan performa solid sejak early game. Mereka menutup game pertama dalam waktu 46 menit dan mengamankan game kedua dalam 39 menit tanpa memberi ruang banyak bagi Liquid untuk bangkit.

Sorotan utama jatuh kepada Ivan “Pure” Moskalenko dari Rusia yang mencatatkan K-D-A impresif 32-2-19 sepanjang dua game. Performa agresif dan disiplin objektif menjadi kunci dominasi Tundra.

Tak kalah penting, kontribusi Neta “33” Shapira asal Israel juga krusial dengan catatan 24-5-30 K-D-A. Kombinasi eksekusi team fight dan kontrol map membuat Liquid kesulitan menemukan momentum.

Di sisi lain, Michael “MiCKe” Vu dari Swedia menjadi salah satu pemain yang paling berusaha menjaga ritme permainan Liquid dengan raihan 13-10-6. Namun tekanan konstan dari Tundra membuat Liquid harus rela turun ke lower bracket.

Liquid Turun ke Lower Bracket, Aurora Menanti

Kekalahan ini belum sepenuhnya mengubur harapan Liquid. Dalam format double-elimination, mereka masih memiliki satu kesempatan terakhir di lower-bracket final.

Di laga sebelumnya, Aurora Gaming berhasil menyingkirkan Xtreme Gaming dengan skor 2-1. Aurora sempat tertinggal, namun bangkit dan menutup dua game berikutnya dengan kemenangan meyakinkan.

Egor “Nightfall” Grigorenko menjadi motor kemenangan Aurora dengan total K-D-A 21-4-28. Rekannya, Artem “Lorenof” Melnyk, juga tampil tajam dengan 23-8-30. Sementara Wang “Ame” Chunyu dari Xtreme Gaming mencatat 23-9-13 sebelum timnya harus puas finis di posisi keempat.

Kini Liquid akan berhadapan dengan Aurora untuk memperebutkan tiket terakhir ke grand final dan menantang Tundra.

Momentum Tundra Menuju Gelar Juara

Dengan tiket grand final di tangan, Tundra memiliki keuntungan waktu istirahat dan persiapan strategi. Konsistensi drafting, koordinasi team fight, dan fleksibilitas hero pool menjadi faktor utama keberhasilan mereka sejauh ini.

Jika mampu mempertahankan performa agresif namun terukur seperti di upper-bracket final, Tundra berpeluang besar mengangkat trofi DreamLeague Season 28.

Namun, baik Liquid maupun Aurora tentu tak akan menyerah begitu saja. Grand final best-of-five akan menjadi ujian mental dan stamina, sekaligus panggung pembuktian siapa yang paling layak menyandang gelar juara.