Tiongkok Luncurkan UBIOS, Standar Firmware Baru untuk Kemandirian Teknologi
Sumber Foto: Radar Tuban
Teknologi

Tiongkok Luncurkan UBIOS, Standar Firmware Baru untuk Kemandirian Teknologi

Ruang Press - RADARTUBAN - Di dunia teknologi, Tiongkok semakin melangkah jauh untuk mewujudkan kemandiriannya.

Komitmen ini semakin diperkuat dengan diperkenalkannya UBIOS (Unified Basic Input Output System), sebuah firmware yang digarap oleh Glonal Computing Consortium (GCC) yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri.

Firmware ini dikabarkan akan dijadikan sebagai pondasi ekosistem komputasi yang otonom dan heterogen di masa depan.

Selama bertahun-tahun, industri komputer dunia telah bergantung pada UEFI, standar penerus BIOS yang dibentuk dibawa pengaruh Intel dan Microsoft.

Meskipun firmware ini mendominasi platform x86, sever ARM, hingga sistem berbasis RISC-V, tetapi UEFI memiliki keterbatasan seperti ukuran kode yang besar serta tingkat efisiensi yang rendah untuk kebutuhan komputasi jaman sekarang.

Selain hal itu, ketergantungan UEFI pada platform x86 dan tabel ACPI membuat integrasi dengan sistem non-x86 menjadi kurang optimal.

Kelemahan ini kemudian diambil peran oleh UBIOS. Firmware yang dirancang dari nol tersebut memiliki beberapa kelebihan diantaranya mendukung komputasi heterogen secara native, mewadahi arsitektur terdistribusi, menyatukan menajemen perangkat keras, dan dukungan penuh untuk chip generasi mendatang.

Standar baru ini disusun melalui kolaborasi 13 organisasi besar di Tiongkok, termasuk China Electronics Standardizatio Institute, Huawei Technologies, dan beberapa badan penelitian lainnya.

Dengan menggunakan kode identifikasi T/GCC 3007-2025, UBIOS menjadi standar firmware dalam negeri Tiongkok yang benar-benar terstruktur dan diap menggantikan dominasi UEFI.

Kehadiran UBIOS bukan hanya soal inovasi, tetapi menjadi langkah strategis Tiongkok untuk keluar dari ketergantungan teknologi asing.