Tim Advokasi Temukan Bukti Baru Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ruang Press - PERISTIWA
Dugaan ini muncul setelah ditemukannya sebuah botol berwarna ungu yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada korban.
andrie yunus
Tim Advokasi untuk Demokrasi menduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus turut mengalami luka akibat cairan tersebut. Dugaan ini muncul setelah ditemukannya sebuah botol berwarna ungu yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada korban.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Muhammad Fadhil Alfathan mengatakan, botol tersebut ditemukan saksi di lokasi kejadian dan telah diserahkan Tim Advokasi kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk didalami lebih lanjut.
“Salah satu barang bukti penting yang juga ingin kami garis bawahi dalam kesempatan ini adalah ditemukannya satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andrie Yunus. Botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumbler karena tebal,” kata Fadhil dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta, Senin (16/3).
Barang Bukti Diserahkan ke Polisi
Menurut Fadhil, botol tersebut tidak ditemukan oleh tim kepolisian pada awal penyisiran lokasi kejadian, melainkan oleh saksi di lapangan yang kemudian menyerahkannya melalui Tim Advokasi kepada penyidik.
“Sehingga kami membawa dan membantu saksi tersebut untuk menyerahkan kepada tim dari Resmob Polda Metro Jaya,” ujar Fadhil.
Dia berujar bahwa barang bukti tersebut belum disampaikan dalam konferensi pers kepolisian sebelumnya. Padahal, menurutnya, botol itu berpotensi menjadi bukti penting yang dapat diperiksa melalui metode scientific crime investigation.
Berdasarkan temuan botol yang diduga dibuang pelaku serta informasi bahwa polisi menemukan helm yang diduga milik pelaku, tim advokasi menduga pelaku kemungkinan turut terkena cipratan air keras yang ia siramkan.
“Pertama botol yang kemungkinan dibuang oleh pelaku dan pelaku yang melepas helm dan melawan arah dan mengemudi dengan cepat, kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka karena air keras sendiri yang dia siram,” ujar Fadhil.
ADVERTISEMENT




