Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Tingkatkan Akses Transportasi di Tangerang
Sumber Foto: Kompas.com
Nasional

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Tingkatkan Akses Transportasi di Tangerang

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan ribuan pelanggan mulai memadati stasiun Jatake sejak awal diresmikan.

Sejak mulai beroperasi pada 28 Januari 2026, hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out.

“Stasiun Jatake sebagai simpul layanan baru di Kabupaten Tangerang, dan ini menunjukkan kebutuhan akses transportasi rel yang semakin dekat dengan kawasan permukiman serta pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Dok. KAI Stasiun Jatake mengusung desain modern tropis yang fungsional dan ramah lingkungan. Stasiun tiga lantai ini mengintegrasikan konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan fitur bangunan hijau, termasuk ventilasi alami dan penggunaan panel surya.

Anne mengatakan, KAI berupaya mencukupi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah barat Jawa seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pergerakan harian menuju pusat-pusat kegiatan.

Berbagai masukan masyarakat terkait kebutuhan layanan di wilayah kulon dipetakan secara berkelanjutan dan menjadi dasar pengembangan layanan kereta api yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

Kebutuhan tersebut tumbuh sejalan dengan dinamika ekonomi regional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, wilayah barat Jawa, termasuk Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang, menunjukkan akselerasi aktivitas ekonomi.

Aktivitas ekonomi tersebut dipengaruhi sektor perdagangan, pertanian, serta mobilitas tenaga kerja menuju kawasan Jabodetabek.

Kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap transportasi publik yang andal, terjadwal, dan terintegrasi.

Stasiun Jatake, stasiun baru milik warga Tangerang lebih sering menjadikannya sebagai lokasi transit pada Rabu (28/1/2026).

Pola peningkatan mobilitas wilayah kulon juga tecermin pada kinerja layanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung.

Sepanjang 2025, lintas ini melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 69.999.362 pengguna pada 2024, 62.085.471 pengguna pada 2023, dan 43.317.716 pengguna pada 2022.

“Dalam kurun satu dekade terakhir, tren ini menunjukkan peran kereta api perkotaan yang semakin dominan dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta,” ujar Anne.

Anne menyampaikan, pengembangan layanan di wilayah barat dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kebutuhan masyarakat serta kesiapan infrastruktur.

“Masukan masyarakat di wilayah barat telah kami petakan secara menyeluruh. KAI meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur agar operasional berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan,” ujar Anne.

Penguatan infrastruktur jalur kulon menjadi fondasi utama dari peningkatan layanan tersebut.