Ruang Press - Serangan udara yang dilaporkan terjadi di jalur kereta api Teheran-Mashhad mengganggu operasi transportasi di Iran, mengakibatkan penundaan layanan kereta penumpang dan menimbulkan ketegangan militer antara AS dan Iran.
Pada pagi hari tanggal 9 Juli, sebagian jembatan di jalur kereta api yang menghubungkan Teheran dengan Mashhad terkena tembakan artileri dalam serangan yang diduga dilakukan oleh AS. Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) melaporkan bahwa serangan ini berdampak signifikan terhadap transportasi penumpang.
Banyak penumpang terpaksa menunggu di stasiun kereta api akibat penangguhan layanan. IRIB melaporkan bahwa tim teknis segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan. Selain itu, pengaturan transportasi darat sedang dilakukan agar penumpang dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Mashhad. Jalur kereta api ini merupakan koridor penting yang menghubungkan Iran dengan beberapa negara, termasuk Turkmenistan, Kazakhstan, Rusia, dan Tiongkok.
Di saat bersamaan, beberapa ledakan keras dilaporkan di provinsi Bushehr dan kota pelabuhan Bandar Abbas, di mana hulu ledak AS mendarat di sekitar area pembangkit listrik tenaga nuklir. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh AS sengaja menargetkan jalur kereta api sebagai upaya untuk mengganggu kegiatan pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Selain itu, Yordania mengumumkan telah mencegat delapan rudal yang diluncurkan dari Iran, sementara serangan pesawat tak berawak menargetkan kamp oposisi Kurdi di Irak tanpa ada laporan korban jiwa.