Seni Ukir Jepara: Warisan Budaya dengan Nilai Ekonomi dan Artistik Tinggi
Ekonomi

Seni Ukir Jepara: Warisan Budaya dengan Nilai Ekonomi dan Artistik Tinggi

Ruang Press - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa seni ukir Jepara merupakan warisan budaya yang memiliki nilai artistik dan ekonomi kreatif yang besar. Karya pengukir Jepara telah dikenal luas hingga mancanegara dan berkontribusi pada industri kreatif global.

Awal Kejadian

Fadli menjelaskan bahwa seni ukir Jepara tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia. Peluncuran buku Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi mengenai sejarah dan perkembangan seni ukir Jepara.

Perkembangan

Buku tersebut tidak hanya mendokumentasikan perjalanan seni ukir, tetapi juga menawarkan perspektif baru mengenai masa depan Jepara sebagai pusat seni ukir dunia. Fadli mencatat bahwa jumlah generasi muda yang menekuni seni ukir terus menurun, sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya ini. Kementerian Kebudayaan mendorong program pelestarian, seperti pelatihan bersama maestro dan pengembangan sekolah ukir, agar keterampilan mengukir tetap diwariskan.

Kondisi Terakhir

Bupati Jepara Witiarso Utomo menekankan pentingnya peluncuran buku untuk memperkenalkan sejarah seni ukir kepada generasi muda. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pameran TATAH, yang telah dikunjungi lebih dari 53 ribu orang hingga awal Juli 2026. Namun, tantangan yang ada adalah menjaga tradisi sambil mengemas seni ukir agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Salah satu penulis buku, Arif Akhyat, menegaskan bahwa seni ukir tidak hanya karya estetika, tetapi juga mencerminkan perjalanan sejarah dan dinamika sosial Jepara. Direktur TATAH Veronica Rompies menyatakan bahwa buku ini merupakan titik awal untuk diskusi lebih luas mengenai seni ukir dan kehidupan para pengukir.

You can share this post!