Scheren Vandrea Sinaulan: Dari Profesional Muda ke Pemberdaya Anak Rentan
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Hukum

Scheren Vandrea Sinaulan: Dari Profesional Muda ke Pemberdaya Anak Rentan

Ruang Press - JAKARTA – Sosok perempuan muda bernama lengkap Scheren Vandrea Sinaulan tengah menjadi sorotan berkat perpaduan apik antara karier profesional yang gemilang dan kepedulian sosial yang mendalam.

Lahir di Surakarta pada 24 Maret 2001, perempuan yang akrab disapa Scheren ini tumbuh besar di Jakarta sebagai anak sulung dari dua bersaudara yang memiliki kecintaan besar pada seni menari.

Di usianya yang menginjak 24 tahun, ia tercatat sebagai Staf Khusus BUMN di Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Manajemen Universitas Trisakti.

Melalui akun media sosial Instagram pribadinya @scherenvs, ia kerap membagikan sisi inspiratif dari kesehariannya sebagai profesional muda sekaligus aktivitas sosialnya yang padat.

Rekam Jejak Pendidikan dan Prestasi Gemilang

Latar belakang pendidikan Scheren mencerminkan kedisiplinan yang tinggi, dimulai dari SMP Negeri 6 Makassar hingga menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang yang dikenal sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa.

Kemudian lebih lanjut pengalaman organisasinya di Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) sejak 2018 menjadi awal dari perjalanan panjangnya di dunia pengembangan diri.

Scheren mengisahkan bahwa ia terus mengasah kemampuan komunikasinya melalui pendidikan di Tantowi Yahya Public Speaking School untuk kategori General Public Speaking dan Master of Ceremony pada tahun 2018.

Dia juga tercatat sempat menimba ilmu di Kimmy Jayanti School serta Artika Whulandary Beauty Camp pada tahun 2019 demi menunjang penampilannya sebagai seorang figur publik.

Prestasi perempuan yang hobi menari ini pun tidak main-main karena ia pernah mewakili Ghana dalam Unicef Council pada ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) tahun 2025.

Sebelumnya, ia telah mengukir prestasi sebagai Finalis Abang None Jakarta Barat 2022 dan meraih gelar Congeniality dalam ajang Indonesian Stars Search pada 2021.

Bakat seninya pun sudah terlihat sejak remaja saat ia menjadi Finalis FLS2N Short Movie tingkat SMA Kabupaten Magelang pada tahun 2016.

Berkat pengalaman tersebut, ia kini aktif memberikan dampak dengan menjadi pelatih dalam Development Class bertajuk Build Your Brand: Confidence and Professionalism since University di Universitas Trisakti pada tahun 2025.

Gerakan Jaditau Kasih dan Misi Pemberdayaan

"Saya yakin dan percaya bahwa apa pun yang dilakukan dengan hati dan empati akan menghadirkan kebaikan yang terus mengalir," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (27/3/2026).

Hal inilah yang mendasari lahirnya gerakan Jaditau Kasih pada tahun 2025, sebuah inisiatif yang ia bangun sebagai Co-Founder untuk mewujudkan empati menjadi aksi nyata melalui edukasi dan pemberdayaan diri.

Melalui akun Instagram @jaditau.kasih, gerakan ini konsisten memberikan akses pendidikan serta ruang aman bagi anak-anak dalam situasi rentan agar mereka memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih cerah.

"Hingga saat ini, gerakan tersebut telah berkembang pesat dengan dukungan lebih dari 1.000 relawan yang tersebar di 7 regional, termasuk wilayah Jabodetabek dan Bandung," ungkapnya sembari tersenyum manis.

Lalu mengenai peluang di era digital saat ini, Scheren secara khusus melihat bahwa penyebaran nilai empati dapat menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi lintas sektor.

Namun, ia juga mengakui adanya tantangan besar dalam menjaga konsistensi dan kualitas program bagi ribuan relawan. Baginya, tantangan bukanlah hambatan, melainkan ruang untuk bertumbuh selama tetap berpegang pada tujuan yang tulus.

"Saya sangat berharap advokasi Jaditau Kasih dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia agar tidak ada lagi anak yang merasa berjuang sendirian dalam bermimpi," tuturnya.

Langkah Menuju Mahkota Puteri Indonesia 2026

Kini, langkah Scheren semakin mantap saat ia dipercaya mewakili DKI Jakarta 7 dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2026.

Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dukungan dari pemerintah provinsi, tim, serta orang tuanya yang menjadi sumber kekuatan utama.

Dia menyatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak tersebut merupakan fondasi penting dalam memperluas jangkauan program sosial yang ia jalankan.

"Melalui sinergi dan kolaborasi ini, saya sangat percaya dapat menciptakan dampak yang lebih luas dan penuh makna bagi masyarakat luas di masa depan," sambungnya.

Lebih jauh Scheren mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjadikan empati sebagai gaya hidup sehari-hari, kapanpun dan di manapun berada.

Dirinya berpesan agar kaum muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi berani bergerak menjadi bagian dari solusi dengan membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

"Tentunya menurut pandangan saya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan kepedulian yang tulus terhadap sesama manusia," tandasnya. (*)