Ruang Redaksi Sebagai Lingkungan Budaya Ideal untuk Membangun Identitas Nasional
Sumber Foto: Vietnam.vn
Ruang Redaksi

Ruang Redaksi Sebagai Lingkungan Budaya Ideal untuk Membangun Identitas Nasional

Dalam sambutan pembukaannya di seminar yang berlangsung baru-baru ini, Ibu Van Thi Bach Tuyet, Wakil Sekretaris Komite Partai Kota Ho Chi Minh, menegaskan bahwa setelah bergabung dengan Binh Duong dan Ba Ria-Vung Tau, Kota Ho Chi Minh telah memasuki era baru. Kota ini kini memiliki ruang budaya yang lebih luas dan berfungsi sebagai penghubung antara kawasan perkotaan yang dinamis, pusat industri modern, serta gerbang menuju ekonomi maritim.

Ruang budaya ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembangunan kompleks budaya dan industri yang mampu bersaing dalam rantai nilai global. Dalam konteks era digital dan kemajuan kecerdasan buatan, kota ini mengadopsi motto yang mengedepankan integrasi dan digitalisasi, sembari tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan.

Jurnalis Nguyen Duc Loi, Wakil Ketua Tetap Asosiasi Jurnalis Vietnam, dalam sambutannya menyatakan bahwa Resolusi No. 80-NQ/TW yang dikeluarkan oleh Politbiro pada 7 Januari 2026 tentang pengembangan budaya Vietnam menandai langkah penting dalam orientasi strategis Partai. Resolusi ini tidak hanya melestarikan nilai-nilai tradisional, tetapi juga menempatkan budaya sebagai inti dari pembangunan negara di era baru.

Nguyen Duc Loi menekankan pentingnya peran pers dalam menyebarkan dan mempromosikan nilai-nilai budaya serta isi dari Resolusi 80. Ia juga mengingatkan bahwa seiring dengan implementasi resolusi tersebut, muncul berbagai tantangan, terutama dalam mekanisme, kebijakan, dan sumber daya di setiap lembaga.

Dalam konteks ini, pers diharapkan dapat berfungsi sebagai pendorong yang berani untuk mengidentifikasi hambatan, mengatasi komersialisasi berlebihan, dan menyajikan solusi inovatif dalam memperbaiki lingkungan budaya serta mendukung pengembangan ekonomi budaya.

Jurnalis Nguyen Ngoc Toan, Pemimpin Redaksi Surat Kabar Thanh Nien, menekankan pentingnya jurnalisme di era digital, di mana informasi dapat menyebar dengan cepat. Ia menyatakan bahwa jurnalisme harus berfungsi sebagai penjaga budaya, yang tidak hanya melindungi tetapi juga mengarahkan dan memandu masyarakat.

Mai Ngoc Phuoc, Pemimpin Redaksi Surat Kabar Hukum Kota Ho Chi Minh, menambahkan bahwa pers seharusnya tidak hanya fokus pada aspek negatif, tetapi juga menyoroti teladan dan individu yang berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai budaya tradisional. Dengan demikian, pers dapat membantu masyarakat memahami nilai sejati dari budaya.

Pada seminar tersebut, para delegasi membahas berbagai topik penting, termasuk peran pers dalam menyebarkan nilai-nilai budaya Vietnam, transformasi digital dalam bidang budaya dan media, serta upaya membangun merek nasional yang berlandaskan budaya.

Dalam pidato penutupnya, Kamerad Tran Thanh Lam, Anggota Komite Sentral Partai, menegaskan bahwa seminar ini lebih dari sekadar forum akademis, tetapi merupakan sebuah konvergensi intelektual. Ia mengusulkan agar lembaga pers berfokus pada lima kelompok solusi strategis untuk mencapai semangat Resolusi No. 80-NQ/TW.

Kamerad Tran Thanh Lam juga mengajak setiap jurnalis dan kantor berita untuk menjadi simbol perilaku budaya dan standar etika, serta aktif dalam mempromosikan citra positif Vietnam. Ia menekankan pentingnya menolak sensasionalisme dan lebih fokus pada artikel yang memiliki nilai budaya.