RTS Resmi Kuasai EVO, Era Baru Fighting Game Dimulai
Dunia fighting game memasuki babak baru. Evolution Championship Series atau yang lebih dikenal sebagai EVO, kini resmi sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan esports RTS. RTS sendiri merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan proyek megacity pariwisata Arab Saudi, Qiddiya City.
Dengan keluarnya NODWIN Gaming dari struktur kepemilikan, RTS kini menjadi pemilik tunggal brand turnamen fighting game paling prestisius di dunia tersebut. Langkah menjelang penyelenggaraan EVO tahun ini, mempertegas arah baru dalam pengelolaan ekosistem FGC (Fighting Game Community) global.
Dari Sony ke NODWIN, Kini Sepenuhnya di Tangan RTS
Perubahan kepemilikan EVO bukan terjadi dalam semalam. Sebelumnya, Sony Interactive Entertainment sempat memiliki saham di EVO. Pada tahun lalu, Sony menjual kepemilikannya kepada NODWIN Gaming, perusahaan esports berbasis di India.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan EVO terbagi antara RTS dan NODWIN. Namun kini, NODWIN resmi keluar dari struktur kepemilikan, membuat RTS menjadi satu-satunya pemegang kendali franchise EVO.
CEO RTS, Stuart Saw, dalam pernyataan resminya menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam komunitas FGC serta memperkuat kerja sama dengan developer game.
Komitmen RTS untuk Komunitas FGC
Dalam rilis resminya, RTS menyatakan akan terus mengembangkan hal-hal yang dianggap penting bagi komunitas. Fokus mereka mencakup:
Pemberdayaan komunitas FGC global
Kolaborasi erat dengan developer fighting game
Penguatan brand EVO secara internasional
EVO sendiri bukan sekadar turnamen. Ia adalah simbol budaya kompetitif bagi judul-judul seperti Street Fighter 5, Tekken, hingga Guilty Gear. Dengan RTS sebagai pemilik tunggal, banyak pihak menilai akan ada perubahan strategi jangka panjang, terutama dari sisi ekspansi global dan pendanaan.
Peran PIF dan Strategi Diversifikasi Ekonomi
Akuisisi EVO tidak berdiri sendiri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Arab Saudi melalui Public Investment Fund (PIF) untuk mendiversifikasi sumber pendapatan negara di luar sektor minyak.
Esports menjadi salah satu sektor yang dipilih karena pertumbuhannya yang masif dan daya tarik globalnya.
Selain EVO, Arab Saudi juga rutin menggelar Esports World Cup dan Esports Nations Cup di Riyadh. Dengan prize pool besar dan dukungan finansial signifikan, turnamen tersebut dengan cepat menjadi relevan dalam berbagai ekosistem kompetitif game.
Esports dan Isu Sportswashing
Ekspansi besar-besaran Arab Saudi di sektor esports juga memicu diskusi global mengenai praktik sportswashing. Sportswashing merujuk pada penggunaan event olahraga, kepemilikan tim, atau sponsorship untuk memperbaiki citra internasional suatu negara atau korporasi.
Arab Saudi diketahui memiliki rekam jejak kontroversial terkait isu hak asasi manusia. Laporan dari Amnesty International menyebutkan berbagai pelanggaran institusional, termasuk pembatasan kebebasan pers dan larangan demonstrasi.
Di sisi lain, pemerintah Saudi menekankan bahwa investasi di sektor hiburan dan olahraga merupakan bagian dari visi transformasi nasional. Bagi komunitas esports, isu ini menciptakan perdebatan antara kebutuhan pendanaan dan nilai-nilai sosial yang dipegang sebagian pihak.
Dampak untuk EVO Jepang dan Las Vegas
Agenda EVO tahun ini tetap berjalan sesuai rencana. EVO Japan dijadwalkan berlangsung awal Mei, sementara event utama EVO akan digelar di Las Vegas pada akhir Juni.
Belum ada pengumuman perubahan besar dalam struktur turnamen. Namun, dengan RTS sebagai pemilik tunggal, arah jangka panjang EVO berpotensi mengalami transformasi, baik dari sisi format, ekspansi regional, maupun integrasi dengan ekosistem esports Saudi lainnya.
Era Baru Fighting Game?
Kepemilikan penuh RTS atas EVO menandai babak baru dalam sejarah turnamen fighting game terbesar di dunia. Di satu sisi, dukungan finansial kuat berpotensi meningkatkan skala produksi, prize pool, serta eksposur global EVO. Di sisi lain, keterlibatan Arab Saudi melalui PIF tetap menjadi sorotan dan perdebatan.
Bagi komunitas FGC, yang terpenting adalah keberlanjutan turnamen dan ruang kompetitif yang sehat. Apakah kepemilikan baru ini akan membawa EVO ke level yang lebih tinggi atau justru memicu dinamika baru dalam industri esports, waktu yang akan menjawab.
Satu hal yang pasti, EVO kini resmi berada sepenuhnya di bawah bendera RTS dan menjadi bagian dari strategi ekspansi esports Arab Saudi yang semakin agresif di panggung global.




