RRQ Hoshi Umumkan Roster Baru untuk MPL ID S17, Target EWC 2026
Dinamika roster selalu jadi “detak jantung” kompetisi esports. Setiap musim baru menghadirkan harapan, spekulasi, dan tentu saja tekanan besar bagi tim-tim elite. Kali ini sorotan tertuju pada Rex Regum Qeon yang resmi mengumumkan susunan pemain RRQ Hoshi untuk MPL Indonesia Season 17.
Dua nama baru yang mencuri perhatian adalah Yehezkiel dan Kuroky. Satu datang dengan status juara MPL, satu lagi membawa potensi besar dari tier dua. Kombinasi pengalaman dan eksplorasi ini seolah menjadi sinyal bahwa RRQ tidak hanya ingin kompetitif—mereka ingin kembali mendominasi.
Yehezkiel Wiseman Hamonangan Napitu bukan nama asing di scene MLBB Indonesia. Kariernya dimulai dari MDL bersama Aura Blaze sebelum akhirnya promosi ke tim utama Aura Fire dan tampil reguler di MPL.
Ketika Aura diakuisisi dan bertransformasi menjadi Team Liquid ID, Yehezkiel tetap menjadi bagian penting dalam fase transisi tersebut. Puncak kariernya sejauh ini terjadi di MPL ID Season 14, saat ia sukses mengangkat trofi juara.
Menariknya, di partai puncak tersebut, timnya justru mengalahkan RRQ Hoshi. Kini, ia bergabung dengan tim yang pernah ia kalahkan di Grand Final—sebuah plot twist klasik dalam dunia esports.
Kehadiran Yehezkiel memberi RRQ satu hal yang sempat terasa kurang dalam beberapa musim terakhir: mental juara yang sudah teruji di panggung MPL.
Berbeda dengan Yehezkiel, Kuroky datang tanpa pengalaman MPL. Habil Azhari Akbar dikenal sebagai Gold Laner dari skena Liga Esports Nasional (LEN) MLBB. Meski belum pernah tampil di liga utama, performanya di level tier dua mencuri perhatian berkat hero pool luas dan fleksibilitas drafting. Ia tak hanya piawai menggunakan Marksman klasik, tetapi juga berani memainkan hero non-konvensional di Gold Lane.
Dalam meta MLBB modern yang menuntut fleksibilitas tinggi, tipe pemain seperti Kuroky bisa menjadi kartu kejutan. Ia mungkin belum teruji di MPL, tetapi justru di situlah nilai eksperimentalnya berada.
Roster RRQ Hoshi MPL ID Season 17
Berikut susunan pemain RRQ Hoshi untuk MPL ID S17:
Kenneth Marcello (Super Kenn)
Muhammad Rizky (Toyy)
Said Ali Ridho (Idok)
Hajirin Arafat M.J (Rinz)
Nathaniel S. Yambao (Dan)
Yehezkiel Wiseman Hamonangan Napitu (Yehezkiel)
Habil Azhari Akbar (Kuroky)
Komposisi ini memadukan pemain lama yang sudah memahami kultur RRQ dengan energi baru yang siap membuktikan diri.
Kiprah RRQ di MPL: Dominan, Lalu Tersendat
RRQ Hoshi merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah MPL Indonesia. Mereka dikenal sebagai “Raja dari Segala Raja” berkat konsistensi tampil di Grand Final dan koleksi gelar juara.
Namun, sejak terakhir kali menjuarai MPL ID Season 9, performa RRQ belum kembali ke puncak dominasi. Beberapa kali mereka mampu melaju jauh di playoff, tetapi selalu gagal mengunci trofi.
Konsistensi memang masih terjaga, tetapi dalam esports, konsistensi tanpa gelar sering kali terasa kurang. Itulah mengapa perombakan roster kali ini dipandang sebagai langkah strategis, bukan sekadar rotasi biasa.
Target Besar: EWC 2026 Riyadh
Ambisi RRQ tidak berhenti di MPL. CEO RRQ, Adrian Pauline atau yang akrab disapa Pak AP, secara terbuka menyampaikan harapannya agar RRQ Hoshi bisa kembali tampil di panggung dunia, termasuk di Esports World Cup 2026 yang rencananya digelar di Riyadh.
EWC menjadi salah satu turnamen paling prestisius di kalender esports global. Tampil di sana bukan hanya soal gengsi, tetapi juga pembuktian bahwa RRQ masih layak bersaing di level tertinggi.
Dengan roster baru yang lebih segar dan variatif, Season 17 bisa menjadi fondasi penting menuju target jangka panjang tersebut.
Evolusi atau Sekadar Reset?
Pertanyaan besarnya: apakah kombinasi Yehezkiel dan Kuroky bisa langsung klik? Secara teori, RRQ kini memiliki dua dimensi baru—pengalaman juara dan kreativitas tanpa beban. Namun, chemistry tim tidak bisa dibangun dalam semalam. MPL ID S17 akan menjadi ujian sesungguhnya.
Jika eksperimen ini berhasil, RRQ berpotensi kembali menjadi poros kekuatan utama di Indonesia. Jika tidak, tekanan terhadap manajemen dan pemain akan semakin besar.
Satu hal yang pasti, pergerakan ini menunjukkan bahwa RRQ Hoshi tidak ingin stagnan. Mereka memilih berevolusi. Dan dalam esports, hanya tim yang berani berevolusi yang bisa bertahan di puncak.




