Ruang Press - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia membuka program magang dan pendampingan lapangan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bidang advokasi untuk perempuan, anak, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Program ini dimulai setelah RPA Indonesia menerima surat permohonan resmi dari perguruan tinggi pada Kamis, 16 Juli 2026. Tiga mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Studi Global Universitas Budi Luhur, seorang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), dan seorang mahasiswa Program Doktor (S3) Filsafat Universitas Indonesia (UI) terlibat dalam program ini.
Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, menyatakan bahwa program ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat magang, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran nyata mengenai pendampingan hukum dan advokasi. Para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pendampingan PMI yang merupakan korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bersama Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI. Selain itu, mereka juga akan terlibat dalam kegiatan Hari Anak Nasional pada 22 Juli 2026 dan seminar bersama Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.
Jeannie Latumahina berharap bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi ini dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten secara akademik dan berpengalaman dalam perlindungan perempuan, anak, dan Pekerja Migran Indonesia. Dia menegaskan pentingnya pembelajaran dari lapangan untuk memahami realitas dan menemukan solusi yang berpihak kepada kemanusiaan.