Refleksi Idul Fitri dan Tantangan Integritas Pers di Kutai Timur
Ruang Press - Idul Fitri 1447 H di Kutai Timur bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momen refleksi terhadap integritas dan kondisi pers di daerah tersebut. Ketua Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat mengajak masyarakat untuk melihat cermin kolektif yang mencerminkan kondisi sosial dan ekonomi yang ada.
Awal Kejadian
Lebaran di Kutai Timur identik dengan ucapan maaf dan semangat kebersamaan. Namun, di balik perayaan ini, terdapat paradoks mencolok. Meski PDRB daerah mencapai Rp 159,5 triliun dengan pertumbuhan 9,82 persen, tingkat kemiskinan tetap tinggi di angka 8,81 persen, jauh di atas rata-rata Kalimantan Timur.
Perkembangan
Pentingnya integritas dalam tata kelola pemerintahan menjadi sorotan, terutama setelah Survei Penilaian Integritas dari KPK pada 2025 menunjukkan Kutai Timur memiliki skor terendah di Kalimantan Timur, yakni 66,36. Hal ini mencerminkan adanya celah dalam pengawasan dan tata kelola yang perlu diperbaiki. Dalam era digital, cara masyarakat mengakses informasi juga berubah, membuat pentingnya integritas dalam pengelolaan informasi semakin mendesak.
Kondisi pers di Kutai Timur juga menjadi perhatian. Meskipun Kalimantan Timur mencatat Indeks Kemerdekaan Pers yang tinggi, para pengamat mencatat bahwa realitas lapangan sering kali berbeda. Ketergantungan media terhadap iklan dan kerja sama dengan pemerintah dapat mengancam independensi jurnalis, yang terpaksa berjuang mempertahankan keberlangsungan ekonomi sambil berupaya menjaga kualitas liputan mereka.
Kondisi Terakhir
Pada tahun 2026, APBD Kutai Timur diperkirakan menyusut drastis menjadi Rp 5,71 triliun, memicu pertanyaan tentang prioritas belanja. Apakah alokasi untuk transparansi publik dan penguatan kapasitas jurnalis akan tetap ada dalam anggaran ini? Momen Idul Fitri ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat integritas di semua sektor, termasuk dalam dunia pers, demi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi demokrasi informasi di Kutai Timur.




