Ruang Press - Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pada September 2026 dinilai belum tentu menarik minat masyarakat untuk kembali menggunakan pesawat terbang menuju Bandung. Pengamat ekonomi menekankan bahwa harga tiket pesawat akan menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan moda transportasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginformasikan bahwa enam maskapai telah mengajukan izin untuk melayani penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara. Rencana ini ditargetkan untuk kembali beroperasi pada September 2026.
Acuviarta Kartabi, pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, menyatakan bahwa untuk menarik kembali minat masyarakat, Bandara Husein perlu menawarkan tarif yang kompetitif. Ia menyarankan agar Pertamina menurunkan harga avtur, seiring dengan penurunan harga minyak dunia yang kini berada di bawah 80 dolar AS. Selain itu, pengoperasian bandara saja tidak cukup; pemerintah juga harus memastikan pelayanan yang baik dan harga tiket yang terjangkau.
Meski reaktivasi Bandara Husein dianggap penting untuk menambah pilihan transportasi ke Bandung, Acuviarta mengingatkan bahwa akses menuju bandara dan kemacetan di Kota Bandung harus diperbaiki. Ia menekankan pentingnya sistem transportasi yang nyaman agar kunjungan masyarakat dapat terdistribusi dengan baik. Jika akses diperbaiki, jumlah wisatawan diprediksi akan meningkat, namun masalah kemacetan dan minimnya transportasi publik perlu menjadi perhatian.