Ramadhan: Saatnya Mengembalikan Keberkahan dalam Produktivitas
Sumber Foto: RRI.co.id
Lifestyle

Ramadhan: Saatnya Mengembalikan Keberkahan dalam Produktivitas

Ruang Press - RRI.CO.ID, Tolitoli – Fenomena waktu yang terasa semakin cepat di tengah kehidupan modern yang kian sibuk namun minim hasil menjadi sorotan dalam sebuah podcast Ramadhan di kanal YouTube Suara Berkelas. Podcast tersebut menghadirkan Ustadz Abdurrahman Zahir, seorang pengajar, pembicara kajian Islam, sekaligus konsultan bisnis syariah yang kini menetap di Madinah.

Dalam diskusi tersebut, Ustadz Abdurrahman menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi banyak orang saat ini bukanlah kekurangan waktu, melainkan berkurangnya keberkahan atau barakah. Meski setiap manusia memiliki jatah waktu yang sama, yakni 24 jam sehari, tidak sedikit yang merasa lelah tanpa pencapaian berarti, baik secara duniawi maupun ukhrawi.

“Dan tanda-tanda di antara tercabutnya keberkahan itu adalah ketika kita merasa bahwa pekerjaan-pekerjaan itu sama sekali tidak membuat kita berprogres secara duniawi maupun akhirat, sehingga dicabutnya keberkahan yang padahal kita tahu di zaman terdahulu di kalangan para ulama dan orang-orang saleh, mereka benar-benar bisa memaksimalkan detik demi detik dengan banyak karya dan pencapaian,” ujar Ustadz Abdurrahman.

Ia menambahkan, dosa serta renggangnya hubungan spiritual dengan Allah menjadi salah satu faktor utama hilangnya keberkahan waktu. Menurutnya, Al-Qur’an berulang kali bersumpah atas nama waktu, menandakan betapa berharganya setiap detik dalam kehidupan manusia.

Lebih lanjut, Ustadz Abdurrahman menekankan bahwa kesibukan tidak selalu sejalan dengan produktivitas. Produktivitas sejati, kata dia, adalah aktivitas yang memberi makna, menumbuhkan kebaikan, dan menghidupkan hati. Ia menyebut bulan Ramadhan sebagai momentum strategis untuk meluruskan kembali orientasi hidup dan memperbaiki niat agar waktu yang dimiliki menjadi lebih bernilai.

Di akhir pembahasannya, Ustadz Abdurrahman mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai sarana melatih disiplin diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mengurangi berbagai distraksi yang tidak bermanfaat, demi mengembalikan keberkahan dalam setiap aktivitas.