Ramadhan: Kesempatan Meningkatkan Ibadah, Produktivitas, dan Kepedulian Sosial
Sumber Foto: RRI.co.id
Lifestyle

Ramadhan: Kesempatan Meningkatkan Ibadah, Produktivitas, dan Kepedulian Sosial

Ruang Press - RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh prestasi, bukan hanya dalam dimensi spiritual, tetapi juga dalam peningkatan produktivitas fisik dan intelektual, serta ibadah sosial. Hal tersebut disampaikan ustadz Yana Mulyana, Ketua MUI Provinsi Riau dalam siaran Mutiara Pagi Ramadhan Kamis 26 Februari 2026.

Menurutnya Ramadhan adalah bulan yang memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih prestasi tertinggi dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam memperbaiki hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan diri sendiri.

"Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan emas untuk memperbaiki kualitas ibadah wajib dan sunnah, seperti meningkatkan shalat lima waktu, menambah shalat sunnah (Tarawih, Tahajud, Rawatib), dan memperbanyak tilawah Al-Qur'an dengan target khatam," ujar ustadz Yana.

Lebih lanjut, Ustadz Yana menjelaskan bahwa prestasi spiritual yang paling tinggi dalam bulan Ramadhan adalah meraih malam Lailatul Qadar. Malam ini lebih baik dari seribu bulan, dan menjadi momen puncak bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

"Setiap malam di bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah, karena selain Lailatul Qadar, setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya," katanya.

Tidak hanya soal ibadah pribadi, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan penyucian jiwa, atau tazkiyatun nafs, yang berarti membersihkan hati dari segala penyakit hati, menahan diri dari perilaku tercela, dan melatih kesabaran. Ustadz Yana menekankan pentingnya berusaha untuk selalu menjaga hati dan pikiran agar tetap fokus pada tujuan utama, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam hal produktivitas fisik dan intelektual, beliau menegaskan,

"Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru di bulan Ramadhan, kita harus tetap aktif bekerja, belajar, dan berkarya. Puasa adalah momen untuk melatih kedisiplinan diri dalam mengatur waktu antara sahur, ibadah, kerja atau studi, serta istirahat," ucapnya.

Dengan manajemen waktu yang baik, umat Islam bisa tetap produktif tanpa mengorbankan ibadah dan kualitas hidup. Selain itu, pola makan yang sehat pada waktu sahur dan berbuka juga menjadi faktor penting dalam menjaga energi tubuh agar tetap bugar dan tidak mudah lemas selama berpuasa.

"Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menjaga tubuh kita, agar tetap kuat dan produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari," tutur Ustadz Yana.

Di sisi sosial, Ustadz Yana menyoroti pentingnya sedekah di bulan Ramadhan.

"Sedekah di bulan Ramadhan adalah yang paling utama. Pahala yang didapatkan dari sedekah akan dilipatgandakan, dan menjadi salah satu prestasi sosial yang luar biasa," ujarnya.

Umat Islam diminta untuk meningkatkan kepedulian sosial, dengan memberi makan orang yang berbuka, berbagi kepada yang membutuhkan, serta membayar zakat fitrah sebagai bagian dari ibadah sosial yang sangat dianjurkan.

Dengan berbagai kesempatan yang diberikan oleh bulan Ramadhan, Ustadz Yana mengajak umat Islam untuk menjadikannya sebagai momen peningkatan diri dalam segala hal.

"Mari kita jadikan Ramadhan sebagai bulan untuk meraih prestasi dalam segala aspek kehidupan, baik itu spiritual, fisik, intelektual, maupun sosial," katanya.