Ramadan Tingkatkan Disiplin dan Toleransi di SMAN 2 Sekayam
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Ramadan Tingkatkan Disiplin dan Toleransi di SMAN 2 Sekayam

Ruang Press - RRI.CO.ID, Entikong – Momentum Ramadan membawa dampak nyata terhadap iklim pendidikan di SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau. Suasana belajar menjadi lebih kondusif, disiplin meningkat, dan interaksi antar siswa berlangsung lebih tertib.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Yohanes Natalio Deovan, mengungkapkan perubahan atmosfer tersebut terasa sejak awal bulan puasa. Menurutnya, selama bulan Ramadan ini suasana sekolah terasa lebih tenang dibandingkan sebelum Ramadan yang cenderung riuh.

“Ini yang nampak dan kami rasakan saat memasuki bulan ramadhan, suasana di sekolah lebih tenang, dan para siswa juga saling menghargai temannya yang tengah menjalankan ibadah puasa,” kata Yohanes, dalam dialog RRI Entikong Menyapa, Selasa 24 Februari 2026.

Ia menyebut, ketenangan itu berdampak langsung pada proses pembelajaran yang lebih fokus dan reflektif. Guru mencatat siswa lebih tertib mengikuti pelajaran serta menunjukkan sikap saling menghargai.

“Saya lihat suasana ini sebagai ibadah intelektual di bulan Ramadan, artinya aktivitas belajar, berpikir, dan mencari kebenaran menjadi bagian dari pengabdian kepada Tuhan,” katanya.

Ia mengungkapkan, sekolah yang terisi ratusan siswa dari latar belakang agama berbeda itu juga menunjukkan penguatan nilai toleransi. Interaksi lintas keyakinan berlangsung harmonis tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Sebagian siswa Kristiani saat ini memasuki masa Pra-Paskah dengan menjalankan pantang dan puasa, sementara siswa Muslim menunaikan ibadah Ramadan. Situasi tersebut menciptakan ruang saling menghormati dalam praktik kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Lanjut Yohanes, bahwa pihak sekolah menilai momentum keagamaan ini selaras dengan penguatan pendidikan karakter sebagaimana ditekankan dalam kebijakan nasional tentang moderasi beragama dan pembentukan profil pelajar berintegritas. Lingkungan belajar yang damai dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang toleran.

Oleh sebab itu, kata Yohanes, manajemen sekolah memastikan suasana kondusif ini akan terus dijaga melalui pengawasan dan pembinaan rutin. Pendidikan, menurut pihak sekolah, tidak hanya membangun capaian akademik, tetapi juga memperkuat karakter kebersamaan dan tanggung jawab sosial siswa.