Ramadan Sebagai Wadah Penguatan Toleransi Masyarakat
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Ramadan Sebagai Wadah Penguatan Toleransi Masyarakat

Ruang Press - RRI.CO.ID, Semarang – Kehadiran bulan suci Ramadan bagi umat Islam, tidak hanya menjadi momentum untuk beribadah. Namun hal tersebut juga bisa menjadi penguat toleransi bagi masyarakat, baik antarumat beragama maupun bagi sesama umat muslim.

Menurut Yusuf Abdurrahman Faiz yang merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang(Unnes), Ramadan bisa menjadi sarana penguat toleransi. Dengan beragamnya latar belakang keagamaan di Indonesia, hal ini bisa menjadi ujian sekaligus penguat dalam toleransi di masyarakat.

“Kita berada di negara yang terdiri dari banyak agama, tidak hanya Islam. Dalam hal ini toleransi kita diuji, nah ini yang membuat Indonesia justru lebih kuat seperti sekarang,” sebut Yusuf dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 24 Februari 2026.

Toleransi tidak hanya terjadi pada ranah lintas agama, namun juga pada sesama pemeluk agama Islam. Termasuk, ketika terjadi perbedaan awal Ramadan, menurut Yusuf, hal ini berada dalam tataran perbedaan metodologi dan sudah selayaknya untuk saling dihormati.

“Jadi ini bukan perbedaan akidah, tapi perbedaan metodologi. Sudah seharusnya kita sebagai generasi muda untuk meningkatkan literasi, kita bisa mencari insight baru tentang awal Ramadan ditetapkan agar kita bisa lebih selektif menerima informasi,” ujarnya.

Lewat keberagaman yang ada, Ramadan bisa menjadi sarana mempersatukan masyarakat untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama. Yusuf berpesan agar bisa menjaga ketertiban dalam beribadah, termasuk tidak mengganggu antar umat beragama.

“Dalam menyambut bulan Ramadan, kita mengadakan berbagai kegiatan sosial. Contohnya sahur on the road, ada juga buka bersama dengan yang membutuhkan karena memang seharusnya kita berbuat baik tanpa melihat latar belakangnya,” ucapnya.