Quadri Aruna: Atlet Tenis Meja Afrika Bertekad Meraih Medali di Tokyo
Sumber Foto: DW.com
Meja Pers

Quadri Aruna: Atlet Tenis Meja Afrika Bertekad Meraih Medali di Tokyo

Quadri Aruna, seorang atlet tenis meja asal Nigeria, menjadi sorotan menjelang Olimpiade Tokyo setelah prestasinya yang mengesankan di Olimpiade Rio 2016. Pada perhelatan tersebut, Aruna berhasil mencapai babak perempat final, menciptakan sejarah sebagai atlet Afrika pertama yang mencapai tahap tersebut dalam cabang tenis meja. Dalam perjalanan menuju perempat final, ia mengalahkan unggulan kelima asal Taiwan, Chuang Chih-yuan, dengan skor 4-0, dan bintang Jerman, Timo Boll, dengan skor 4-2. Sayangnya, ia harus mengakui keunggulan Ma Long, atlet Cina yang akhirnya meraih medali emas.

Persiapan Menuju Tokyo

Memasuki Olimpiade Tokyo, Aruna bertekad untuk meraih medali. Selama lima tahun terakhir, ia telah berlatih keras dan berpartisipasi dalam liga utama tenis meja di Jerman. Saat ini, Aruna menduduki peringkat ke-22 dalam Federasi Tenis Meja Dunia (ITTF).

Awal Mula Karir

Ketertarikan Aruna pada tenis meja dimulai sejak kecil di Oyo, Nigeria, di mana ia dan teman-temannya menggambar garis di atas lantai beton untuk membuat lapangan. Meskipun sering dimarahi orang tuanya karena terlalu banyak bermain, bakatnya menarik perhatian pelatih terkenal, Oluwole Abolarin, yang kemudian mengundangnya untuk berlatih di aula tenis meja.

Prestasi yang Mencolok

Sejak saat itu, Aruna mulai menanjak sebagai atlet junior dan menjadi bintang tenis meja di Nigeria. Pada tahun 2017, ia menjadi atlet Afrika pertama yang memenangkan gelar ITTF di luar benua Afrika dengan mengalahkan pemain Jepang, Kaii Yoshida, di turnamen Polandia Terbuka. Selain itu, ia juga berhasil meraih gelar Piala Afrika ITTF pada tahun yang sama. Pada April 2018, Aruna merebut medali perak di Commonwealth Games di Gold Coast, Australia, dan menjuarai Nigeria Open pada tahun 2019.

Harapan untuk Olimpiade

Nigeria telah mengirimkan delegasi tenis meja ke Olimpiade sejak 1988, dan kali ini Quadri Aruna dipercaya sebagai kapten tim. Ia menjadi harapan besar bagi negara dan benua Afrika dalam upaya meraih medali. Ishaku Tikon, presiden Federasi Tenis Meja Nigeria, menyatakan, "Akan menjadi hal yang menggembirakan bagi kami sebagai negara dan benua Afrika jika Aruna merebut medali di Olimpiade." Namun, Aruna menyadari tantangan berat yang harus dihadapi, terutama dari pemain-pemain papan atas Cina yang memiliki investasi besar dalam olahraga ini. "Mereka memiliki pelatih terbaik dan pemahaman mendalam tentang permainan," ungkapnya. Meski demikian, Aruna tetap optimis dan berharap dapat menciptakan kejutan di Tokyo.