Putri Pelajar Indonesia 2026: Mewujudkan Advokasi Pendidikan Melalui Kepemimpinan
Sumber Foto: RRI.co.id
Hukum

Putri Pelajar Indonesia 2026: Mewujudkan Advokasi Pendidikan Melalui Kepemimpinan

Ruang Press - RRI.CO.ID, BANJARMASIN – Ajang pemilihan Putri Pelajar Indonesia 2026 bukan sekadar kontes kecantikan visual, melainkan wadah inkubasi bagi siswa untuk memperkuat advokasi pendidikan dan kepemimpinan. Hal ini menjadi substansi utama dalam siaran IDOLA “Indonesia Layak Anak” di RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu, 15 Maret 2026.

Putri Pelajar Indonesia Kalsel 2026, Khalesa Khaira Syahbana, menegaskan bahwa peran duta pelajar saat ini dituntut memiliki program kerja nyata yang berdampak pada lingkungan, budaya, dan pendidikan. Menurutnya, kecerdasan akademik (brain) dan etika (behavior) merupakan fondasi utama yang jauh lebih krusial dibandingkan aspek penampilan semata.

"Kami di sini membawa misi sebagai role model. Fokus saya adalah bagaimana mengatasi permasalahan sampah, menjaga budaya, dan mengembangkan kemampuan diri, terutama dalam berbahasa Inggris agar dapat menjangkau pelajar hingga pelosok Kalsel," ujar Khalesa dengan nada optimis saat menjelaskan visi misinya menuju tingkat nasional.

Senada dengan hal itu, Coach Modeling, Muhammad Saputra Abdi, mengungkapkan bahwa proses seleksi tahun ini jauh lebih ketat dengan standar penilaian yang komprehensif. Peserta tidak hanya dinilai dari cara berjalan di atas catwalk, tetapi juga pada kedalaman wawasan saat sesi deep interview (wawancara mendalam).

Abdi menjelaskan bahwa kurikulum dirancang untuk mengasah kemampuan public speaking dan ketahanan mental para finalis. Hal ini penting agar perwakilan Kalimantan Selatan mampu bersaing secara kompetitif dengan delegasi dari provinsi lain di panggung nasional.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan kearifan lokal Banua menjadi nilai tambah yang terus ditekankan kepada para peserta. Karakter pelajar Kalsel yang santun, cerdas, dan religius harus tetap terpancar sebagai identitas diri.

Melalui ajang ini, diharapkan muncul generasi muda yang mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pelajar di lapangan. Dukungan penuh dari berbagai pihak sangat diperlukan agar perwakilan Banua meraih hasil maksimal di ajang Putri Pelajar Indonesia 2026.