Purnama Sastra di Bojonegoro: Merayakan Keindahan Sastra di Balik Ruang Redaksi
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Purnama kala Ramadan memberikan nuansa yang menawan bagi para pecinta sastra. Acara Purnama Sastra yang diadakan di halaman belakang kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Selasa malam, 19 April, berhasil menarik perhatian banyak penggemar sastra meskipun cuaca gerimis.
Pagelaran yang diadakan secara rutin setiap bulan ini menjadi magnet bagi penikmat sastra untuk berkumpul dan menikmati hidangan khas seperti pala pendem dan kopi. Kehadiran penyair dari berbagai daerah, termasuk Tuban, menambah semarak perjamuan sastra malam itu.
Acara ini dipenuhi dengan berbagai penampilan, mulai dari pembacaan puisi, geguritan, hingga musikalisasi puisi. Salah satu penampilan menarik datang dari Silviya, seorang pelajar SMK, yang menulis puisinya secara langsung di kertas dan membacakannya dengan penuh percaya diri.
Penyair dari berbagai kalangan usia, baik muda maupun tua, turut berpartisipasi dalam membacakan karya-karya mereka. Keberadaan penyair muda menambah warna tersendiri pada perkembangan sastra di daerah ini. Mereka silih berganti membacakan puisi dengan penghayatan yang mendalam.
Seiring berjalannya malam, para penggemar sastra tampak enggan untuk meninggalkan acara. "Bojonegoro itu kota sastra," ungkap Fauzi setelah tampil dalam penampilan musikalisasi yang memukau.
Agus Sigro, selaku pemandu acara, menjelaskan bahwa Purnama Sastra merupakan milik bersama, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk menggelar acara sesuai keinginan. Upaya mendekatkan sastra kepada masyarakat juga dilakukan dengan mengadakan acara di berbagai tempat. "Yang hadir bisa membacakan puisi karya sendiri maupun karya-karya penyair terkenal," tambahnya.
Acara Purnama Sastra kali ini merupakan agenda ke-64 dengan mengusung tema tadarus. Keunikan acara ini terletak pada lokasi penyelenggaraan yang berada di balik ruang redaksi, di mana para jurnalis juga turut menikmati suasana. Ruang belakang Radar Bojonegoro dilengkapi dengan pantry yang nyaman, menjadi tempat yang ideal untuk menyelenggarakan acara sastra.
Pemimpin Redaksi Radar Bojonegoro, Khorij Zaenal Asrori, menyatakan bahwa media cetak memberikan ruang bagi pelaku sastra untuk menuliskan karya mereka. Setiap minggu, rubrik lembar budaya menerima karya-karya seperti cerpen dan puisi. "Teman-teman bisa mengirimkan karya-karyanya untuk dimuat," jelasnya.
Khorij juga menyoroti perkembangan sastra di Bojonegoro yang cukup menggembirakan, terlihat dari banyaknya penulis daerah yang mengirimkan karya mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sastra di daerah terus tumbuh, salah satunya melalui acara Purnama Sastra.




