PTPN IV PalmCo Catat ROA 7,9% dan Peningkatan Produktivitas Sawit
Sumber Foto: ANTARA News
Lifestyle

PTPN IV PalmCo Catat ROA 7,9% dan Peningkatan Produktivitas Sawit

Ruang Press - Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kita mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini konsisten sejak 2023,

Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero) mencatatkan peningkatan efektivitas pengelolaan aset sepanjang 2025 dengan realisasi Return on Asset (ROA) mencapai 7,9 persen atau melampaui target awal 4,9 persen.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, penguatan ROA tersebut mencerminkan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan secara konsisten.

“Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kita mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini konsisten sejak 2023,” ujar Jatmiko berdasarkan keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir indikator profitabilitas aset perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat seiring transformasi operasional di seluruh lini bisnis.

Menurut dia, peningkatan tersebut didorong penguatan produktivitas sektor hulu maupun hilir. Dari sisi hulu, produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 20,63 ton per hektare atau tumbuh 3 persen secara tahunan.

Sementara itu, produktivitas Crude Palm Oil (CPO) dari sisi pengolahan tercatat 4,70 ton per hektare atau meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Fokus kami berpusat pada peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan kinerja operasional juga ditopang modernisasi pabrik, peningkatan rendemen minyak sawit, serta digitalisasi proses bisnis untuk memperkuat pengawasan dan pengambilan keputusan.

“Kita menekan tingkat losses dan mendorong digitalisasi proses bisnis yang berorientasi pada efektivitas dan efisiensi,” tuturnya.

Perusahaan mencatat penguatan margin EBITDA di level 26,05 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Jatmiko, peningkatan ROA menunjukkan bahwa setiap aset yang dikelola perusahaan mampu memberikan nilai tambah yang lebih optimal.

Ia menyebut, perseroan akan terus memperkuat operational excellence untuk memastikan kontribusi terhadap ketahanan energi dan pangan nasional.