Ruang Press - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan layanan untuk lebih dari 128 juta penumpang pada periode Januari hingga Maret 2026, mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini mencerminkan keberhasilan transformasi yang diterapkan perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
Transformasi KAI mencakup pembenahan internal dan eksternal. Perubahan ini meliputi peningkatan kebersihan, keamanan, pencahayaan, serta fasilitas publik di stasiun, yang berhasil mengubah citra stasiun dari kesan kumuh menjadi lebih modern dan nyaman. Keberhasilan ini dikatakan berawal dari pembenahan internal sebelum perubahan dirasakan oleh pelanggan.
Akademisi dan pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menjelaskan bahwa transformasi KAI harus dimulai dari dalam organisasi agar lebih efektif. Pembenahan menyeluruh ini turut mendorong masyarakat beralih ke kereta api sebagai pilihan transportasi utama. Sejalan dengan itu, travel content creator Taufik Effendi menilai bahwa perubahan yang dilakukan KAI setara dengan operator kereta di berbagai negara, dan kini perjalanan dengan kereta menawarkan pengalaman yang lebih menyenangkan.
KAI terus melakukan peremajaan lokomotif dan rangkaian kereta secara bertahap, serta menghadirkan teknologi berbasis personalisasi dalam layanan. Inovasi seperti face recognition untuk check-in, pembayaran nontunai, dan pelacakan perjalanan secara real-time menjadi bagian dari standar layanan baru perusahaan. Transformasi digital ini juga dipamerkan dalam Philip Kotler Museum of Marketing, yang menampilkan evolusi KAI dari sistem manual hingga aplikasi KAI Access.