PPK Ormawa UKM KPI Unhas Perkenalkan Teknologi PM-AAS kepada Petani di Bone
Lifestyle

PPK Ormawa UKM KPI Unhas Perkenalkan Teknologi PM-AAS kepada Petani di Bone

Ruang Press - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan teknologi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) kepada petani di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Program yang diinisiasi Kementerian Pertanian ini bertujuan meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat dibanding metode budidaya konvensional.

Awal Kejadian

Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Kajaolaliddong dan dihadiri oleh ketua kelompok tani, petani, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Garisi’ Mannennungeng, salah satu program unggulan Smart Hydro Loop yang dijalankan oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas.

Perkembangan

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Barebbo, Yusuf Latief, S.P., menjadi pemateri utama dalam pelatihan ini. Ia menjelaskan bahwa PM-AAS adalah teknologi pertanian yang dikembangkan Kementerian Pertanian dengan mengadopsi sistem budidaya dari Arkansas, Amerika Serikat, yang dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lahan dan agroklimat di Indonesia. Metode ini menggabungkan sistem tanam Arkansas dengan pola jajar legowo, yang dapat meningkatkan populasi tanaman secara signifikan. PM-AAS mampu meningkatkan jumlah tanaman menjadi 800 ribu hingga satu juta rumpun per hektare, dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya menghasilkan sekitar 320 ribu hingga 350 ribu rumpun per hektare.

Kondisi Terakhir

Yusuf Latief menyatakan bahwa dengan penerapan disiplin, petani dapat mencapai hasil panen antara 10 hingga 12 ton per hektare. Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan dukungan mahasiswa terhadap program pemerintah dalam modernisasi sektor pertanian. Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menambahkan bahwa kehadiran Yusuf Latief memberikan nilai tambah bagi kegiatan tersebut, mengingat prestasinya di bidang pertanian modern. Melalui program Garisi’ Mannennungeng, diharapkan petani di Desa Kajaolaliddong dapat mengadopsi teknologi PM-AAS secara bertahap, meningkatkan produktivitas lahan, dan mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Bone.

You can share this post!