Ruang Press - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria memperkenalkan istilah "akses komputasi" dalam konteks mineral kritis sebagai modal tawar untuk transfer teknologi dan kemitraan manufaktur yang lebih baik. Pernyataan ini menandai pergeseran fokus pembicaraan mineral dari sekadar aspek tambang dan ekspor menuju keterkaitannya dengan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).
Pernyataan Nezar Patria disampaikan dalam Jakarta Geopolitical Forum pada 9 Juli 2026. Ia menekankan pentingnya mengaitkan kekayaan mineral dengan kemajuan teknologi, mempertanyakan apakah sumber daya Indonesia akan digunakan untuk memperkuat kemampuan nasional atau justru menjadi penopang kemajuan industri negara lain.
Pemerintah tengah menyusun tata kelola AI nasional, dengan dua rancangan Peraturan Presiden mengenai etika dan peta jalan AI yang telah dibahas lintas kementerian. Meskipun AI mulai menjadi agenda negara, tantangan tetap ada dalam mengembangkan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
Politik industri komputasi didefinisikan sebagai strategi untuk mengubah infrastruktur komputasi menjadi tenaga ahli, penelitian, perusahaan domestik, dan layanan publik. Pusat data menjadi penting dalam konteks ini, namun keberadaannya perlu diimbangi dengan penguasaan teknologi dan distribusi manfaat yang adil.
Ketergantungan terhadap perusahaan besar dalam industri AI menimbulkan risiko Indonesia kembali terjebak dalam pola ekonomi ekstraktif, di mana sumber daya dikelola tanpa menghasilkan nilai tambah yang signifikan bagi negara. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi bukan hanya nilai investasi, tetapi juga hasil yang diperoleh dari proyek-proyek tersebut.
Indonesia perlu memetakan kapasitas komputasi nasional, termasuk lokasi, pemilik, dan sumber energi. Janji transfer teknologi juga harus dikonversi menjadi ukuran yang dapat diperiksa, seperti jumlah tenaga ahli yang dilatih dan akses yang diberikan kepada institusi lokal. Dengan cara ini, Indonesia dapat memastikan bahwa setiap investasi dalam teknologi tidak hanya berujung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapabilitas dan daya tawar bangsa.