Pertamina Perkuat Mitigasi Risiko Energi di Tengah Konflik Timur Tengah
JAKARTA – Di tengah eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah,PT Pertamina (Persero)menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Perusahaan pelat merah ini memastikan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional tetap menjadi prioritas utama melalui penguatan mitigasi risiko dan pemantauan intensif di seluruh lini bisnis.
Langkah ini dilakukan dengan koordinasi bersamaKementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta otoritas setempat guna memastikan operasional penyediaan energi berjalan optimal dan terkendali.
Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika kawasan Timur Tengah. Ketiganya yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang menangani pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk energi dari kawasan tersebut.
Vice President Corporate Communication Pertamina,Muhammad Baronmengatakan seluruh pekerja, operasional, dan armada yang berada di wilayah Timur Tengah terus dimonitor secara ketat.
“Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko dan memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, serta otoritas setempat guna menjaga keamanan kru dan kelancaran operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 1 Maret.
Menurut Baron, Pertamina juga secara aktif memantau dinamika energi global serta melakukan mitigasi berkelanjutan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina memiliki portofolio pasokan minyak mentah, BBM, dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra.
“Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah ketidakpastian geopolitik,” ucapnya.
Selain itu, Pertamina mengoptimalkan operasional kilang domestik guna menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap aman, memadai, dan terkendali.
“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Baron.
Di sisi lain, Pertamina menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pemimpin transisi energi nasional. Perusahaan terus mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, keberlanjutan usaha, dan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh operasi Pertamina,” tuturnya.




