Perjuangan Seorang Mahasiswi Ilmu Komunikasi: Dari Penolakan Menuju Kesuksesan di Kantor Humas UAJY
Pengalaman penolakan sering kali menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan hidup seseorang. Bagi seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), pengalaman tersebut menjadi titik awal dari perjalanan yang penuh pelajaran berharga.
Pada bulan Februari, mahasiswi tersebut memutuskan untuk melamar sebagai student staff di Kantor Humas UAJY untuk posisi press person. Posisi ini dianggapnya sangat sesuai dengan passion yang dimilikinya, yang mencakup liputan, wawancara, dan penulisan press release. Namun, kenyataan tak selalu sesuai harapan. Dia menerima penolakan yang membuatnya merasa sedih dan kecewa, mempertanyakan kemampuan diri dan pengalaman yang dimiliki.
Setelah mengalami masa-masa sulit tersebut, mahasiswi ini menyadari bahwa penolakan tersebut mungkin merupakan cara Tuhan untuk menghindarkannya dari kewalahan di tengah kesibukan semester 4. Kesibukan itu meliputi keterlibatannya sebagai panitia inti konser paduan suara dan peluncuran majalah di organisasi pers yang diikutinya. Dia belajar bahwa terkadang, jawaban 'belum' dari Tuhan memberikan ruang untuk bernafas dan mengatur waktu dengan lebih baik.
Kesempatan Kedua di Tengah UAS
Setelah melewati masa sulit, pada bulan Juni, mahasiswi ini tidak menyerah dan memutuskan untuk melamar kembali. Proses seleksi berlangsung cepat, dan seminggu setelah pengiriman berkas, dia dipanggil untuk wawancara di tengah kesibukan UAS semester 4. Meski penuh tekanan, dia tetap bertekad untuk melanjutkan impiannya.
Akhirnya, pada 1 Juli, dia diterima sebagai student staff di Kantor Humas. Di semester 5, dengan organisasi pers yang telah selesai, dia bisa fokus sepenuhnya pada tugasnya di Humas dan paduan suara.
Belajar Gaya Penulisan Baru
Masuk ke dunia Humas memberikan tantangan baru yang tidak terduga. Meskipun sebelumnya terbiasa dengan penulisan jurnalistik, dia menemukan bahwa menulis press release memiliki pola yang berbeda. Proses adaptasi berlangsung sekitar satu bulan. Selain penulisan, dia juga belajar tentang dokumentasi foto berita, beruntungnya dia mengambil mata kuliah Fotografi di semester yang sama, yang meningkatkan keterampilan memotret.
Bekerja di Kantor Humas UAJY bukan hanya sekadar menjalankan tugas. Di bawah arahan Kepala Kantor Humas, Ibu Ike Devi, dan dukungan staf yang sabar, dia merasa menemukan keluarga baru. Salah satu momen paling berkesan adalah saat UAJY menjadi tuan rumah Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025, di mana mereka meliput perjuangan peserta dari seluruh Indonesia.
Momen Berharga dan Pembelajaran
Selain liputan, sesi mindfulness dan pelatihan pembuatan konten menjadi pengalaman tak terlupakan, memberikan kesempatan untuk bersantai sejenak dari beban tugas. Momen kebersamaan, termasuk sesi makan bersama dan persiapan foto kalender 2026, menambah kehangatan hubungan antar anggota tim.
Melalui pengalaman menjadi student staff, mahasiswi ini merasa mendapatkan bekal yang sangat berharga dalam wawancara, liputan, dan penulisan. Dia bangga menjadi bagian dari tim Humas UAJY, dan dari perjalanan ini, dia belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan jeda untuk mempersiapkan diri menjadi versi yang lebih baik.




