Perjalanan Spiritual dan Jurnalistik Dar Edi Yoga
Sumber Foto: Tribunnews.com
Ruang Redaksi

Perjalanan Spiritual dan Jurnalistik Dar Edi Yoga

Dar Edi Yoga, seorang jurnalis senior yang telah mengabdi lebih dari tiga dekade di dunia pers, mengartikan hidup sebagai perjalanan yang penuh makna. Ia tidak sekadar melihat kehidupannya dari sisi jabatan atau aktivitas, melainkan sebagai ruang untuk refleksi dan kesadaran.

"Menulis bagi saya bukan sekadar profesi, tetapi cara berdialog dengan kehidupan," ungkapnya dalam sebuah wawancara. Pernyataan ini mencerminkan karakter Dar Edi yang tenang dan konsisten dalam setiap langkahnya.

Kiprah di Dunia Pers

Di dunia jurnalisme, Dar Edi Yoga dikenal sebagai sosok yang menempati berbagai posisi penting. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, anggota Pokja Pendataan Dewan Pers, dan Wakil Sekretaris Jenderal Confederation of ASEAN Journalists (CAJ). Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PWI Pusat.

Dar Edi saat ini memimpin Askara.co sebagai Pemimpin Redaksi dan menjabat Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia untuk periode 2024–2029, serta sebagai Bendahara PWI Jaya untuk periode 2023–2028. Ia juga menerima Pers Card Number One dari PWI Pusat pada Hari Pers Nasional 2022, yang baginya adalah amanah untuk dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Pengalaman Global

Pengalaman internasionalnya juga cukup signifikan, dengan kehadirannya di World Press Freedom Day di Seoul, Korea Selatan, sebanyak empat kali. Dalam forum tersebut, ia berusaha membawa perspektif jurnalis Indonesia ke tingkat global. Meskipun demikian, Dar Edi menekankan bahwa esensi menjadi jurnalis bukanlah tentang panggung global, melainkan tentang kejujuran batin.

"Yang terpenting adalah tetap jujur pada hati, bahkan ketika tidak ada yang melihat," tegasnya.

Jalan Spiritual

Di luar dunia jurnalistik, Dar Edi Yoga juga menggeluti jalan spiritual yang cukup dalam. Ia dikenal sebagai Master Sahaja Yoga dan praktisi hipnoterapi yang telah membimbing banyak orang dalam menemukan ketenangan batin. Selama periode 2004–2010, ia juga melatih tenaga dalam Rasa Jati, termasuk bagi anggota Detasemen Deteksi Paspampres dan Kolinlamil.

Bagi Dar Edi, spiritualitas bukan hanya sekadar praktik, tetapi juga kesadaran yang seharusnya terwujud dalam tindakan sehari-hari. Ia menganggap bahwa hidup adalah tentang kedalaman kontribusi, bukan sekadar pencapaian.