Perjalanan Seorang Fasilitator Pembelajaran: Dari Wartawan Menjadi Guru
Di usia 56 tahun, seorang fasilitator pembelajaran di Jawa Tengah aktif berbagi pengalaman dan pengetahuan di dunia pendidikan. Dengan latar belakang sebagai wartawan, ia kini berperan dalam memotivasi rekan-rekan sejawat dan terus belajar dalam lingkungan pendidikan yang dinamis.
Di samping kariernya, kebahagiaan pribadi juga menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ia merupakan ayah dari dua putra yang telah menempuh jalannya masing-masing: Moch. Hadiq Afianto, S.I.Kom, yang kini bekerja sebagai auditor internal di Universitas Gadjah Mada, dan Hadiq Fariz Mustofa, S.Kom, yang berkarier di Soopy Solo. Kedua putranya telah tumbuh menjadi individu yang membanggakan, menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam bidang yang mereka pilih.
Selain aktif di dunia pendidikan, ia juga seorang penulis yang produktif. Setiap hari, ia meluangkan waktu untuk menulis artikel, opini, dan cerita ringan di platform Kompasiana. Karya-karya tulisnya telah meliputi beberapa judul buku, antara lain:
- Energi Positif Cerewet
- Sukses USBN PPKn
- Literasi Keluarga
- Guruku Keren
- Antologi Semilir Angin Persahabatan Senandung Rindu
- Guru Klaten Menulis Deep Learning (dalam proses)
Dalam perjalanan hidupnya, ia menyadari bahwa kehidupan tidak selalu sesuai harapan. Namun, dari setiap lika-liku yang dilalui, ia belajar untuk bersyukur dan berikhlas, mengalir seperti air. Menurutnya, yang terpenting bukan seberapa jauh perjalanan yang telah ditempuh, tetapi seberapa dalam kita belajar dan berbagi selama perjalanan tersebut.




