Ruang Press - Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat riset dan inovasi dalam industri kelapa sawit nasional. Forum ini berlangsung pada 20–21 Juli 2026, mengumpulkan pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, asosiasi, dan mahasiswa.
Dalam keynote speechnya, PLT Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto menekankan bahwa riset memiliki peran krusial dalam meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Menurutnya, keberhasilan sektor ini tanpa riset adalah hal yang tidak mungkin tercapai.
Heru menjelaskan bahwa riset berkontribusi dalam inovasi, termasuk pengembangan benih unggul yang dapat meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit. Ia mengungkapkan bahwa meskipun berbagai benih unggul telah dilepas, upaya promosi kepada petani masih sangat diperlukan. Selain itu, ia juga menyampaikan perkembangan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dimana rekomendasi teknis PSR telah mencakup sekitar 430.000 hektare, dengan realisasi penanaman mencapai sekitar 300.949 hektare.
Heru menambahkan bahwa peningkatan produktivitas kebun hasil PSR memiliki potensi untuk menambah produksi CPO, asalkan dikelola dengan baik. Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perusahaan perkebunan, dalam pelaksanaan PSR. Di samping itu, program beasiswa dan pelatihan untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit juga menjadi fokus pemerintah. Heru menutup penyampaian dengan menggarisbawahi perlunya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk mencapai target pengembangan sawit Indonesia yang berkelanjutan.