Perempuan di Nusa Tenggara Barat Berjuang Melawan Bias Gender dalam Jurnalisme
Sumber Foto: IDN Times NTB
Ruang Redaksi

Perempuan di Nusa Tenggara Barat Berjuang Melawan Bias Gender dalam Jurnalisme

Mataram, Nusa Tenggara Barat – Masih adanya bias gender menjadi tantangan besar bagi perempuan di berbagai profesi, termasuk jurnalis, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam konteks ini, tema dan kampanye International Women's Day (IWD) tahun 2022 mengusung tagar #breakthebias yang mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi tantangan ini.

Jurnalis perempuan di NTB berkomitmen untuk melawan bias gender dengan menjalankan tugas mereka secara profesional. Salah satu langkah yang diambil adalah bergabung dalam Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) cabang NTB. Pengukuhan FJPI Cabang NTB berlangsung pada 7 Maret 2022, dan dihadiri oleh Ketua Umum FJPI, Uni Lubis, yang menekankan pentingnya peran jurnalis perempuan dalam mendobrak bias gender di ruang redaksi.

Kesetaraan Akses untuk Perempuan

Dalam diskusi yang digelar, Uni Lubis menyatakan bahwa perempuan berjuang untuk mendapatkan kesetaraan di berbagai aspek kehidupan. "Kita mendukung kesetaraan bukan berarti ingin menang, tetapi ingin setara," ujarnya. Menurutnya, perempuan di NTB, khususnya yang tinggal di daerah pedesaan, masih menghadapi banyak tantangan untuk berekspresi dan mengemukakan ide-ide kreatif. Oleh karena itu, akses pendidikan, pelatihan, dan hak-hak sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan perlu diperjuangkan.

Merayakan Perbedaan dalam Masyarakat

Pada peringatan IWD, Uni juga mengajak masyarakat untuk merayakan perbedaan yang ada. "Merayakan perbedaan adalah hal yang penting, bukan menciptakan perpecahan," tegasnya. Ia menekankan bahwa jurnalis, terutama perempuan, memiliki tanggung jawab untuk menonjolkan perbedaan dalam pemberitaan, sehingga masyarakat dapat lebih menghargai keberagaman dan meningkatkan toleransi.

Pentingnya Kode Etik Jurnalistik

Dalam menjalankan profesi, jurnalis diingatkan untuk selalu berpegang pada kode etik jurnalistik. Uni menjelaskan bahwa mematuhi kode etik adalah hal yang esensial untuk menghindari masalah hukum dan menjaga integritas profesi. Hal ini juga berlaku untuk jurnalis yang bekerja di media siber, di mana mereka harus mengikuti pedoman pemberitaan yang telah ditetapkan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan bias gender dalam dunia jurnalisme di Nusa Tenggara Barat dapat ditekan dan perempuan dapat berkontribusi secara maksimal dalam bidang ini.