Peremajaan Sawit Rakyat Ditekankan BPDP untuk Tingkatkan Produktivitas Nasional
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Peremajaan Sawit Rakyat Ditekankan BPDP untuk Tingkatkan Produktivitas Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengatakan, percepatan peremajaan sawit rakyat menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional secara berkelanjutan.

Namun demikian, tantangan tata kelola dan legalitas lahan masih menjadi hambatan besar dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP Lupi Hartono dalam diskusi Reshaping Indonesia’s Palm Oil Foundations in an Era of Climate Risk and New Governance Standards yang digelar Prasasti Center for Policy Studies di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Lihat Foto

“Peremajaan sawit rakyat menjadi prioritas karena produktivitas kebun petani sudah menurun,” ujar Lupi dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, program ini dirancang untuk mendukung peningkatan produksi nasional secara berkelanjutan.

Adapun, BPDP mencatat sekitar 4,8 juta hektare lahan sawit rakyat membutuhkan peremajaan.

Hingga saat ini, realisasi peremajaan baru mencapai sekitar 400.000 hektare, dengan skema pembiayaan sebesar Rp 60 juta per hektar dan batas maksimal empat hektar per petani.

Dengan demikian, dari target peremajaan 120.000 hektare per tahun, capaian aktual masih berkisar 40.000 hektare per tahun.

Menurut Lupi, keterbatasan tersebut tidak disebabkan oleh kurangnya dukungan pembiayaan, melainkan oleh kendala struktural yang lebih mendasar.

“Masalah utama ada pada legalitas lahan dan perizinan, termasuk terkait kawasan hutan,” kata Lupi.

Selain peremajaan, BPDP juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung intensifikasi kebun rakyat, termasuk penyediaan bibit unggul, dukungan dari tahap penanaman hingga pascapanen, serta fasilitasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi perkebunan rakyat.

BPDP juga membiayai riset dan pengembangan dari hulu hingga hilir untuk memperkuat produktivitas dan daya saing industri sawit.

Sementara itu, pakar agribisnis dan pertanian Tungkot Sipayung menilai, program peremajaan sawit rakyat merupakan fondasi penting bagi agenda peningkatan produktivitas nasional.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa efektivitas program tersebut sangat bergantung pada perbaikan tata kelola kebijakan.

“Produktivitas kebun kita saat ini masih sekitar tiga ton per hektare. Target realistisnya adalah lima ton per hektar,” ujar Tungkot.