Perayaan Nyepi 2026: Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi di Kota Kupang
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Perayaan Nyepi 2026: Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi di Kota Kupang

Ruang Press - RRI.CO.ID,Kupang - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 di Kota Kupang tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga diharapkan memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Hal ini terungkap dalam audiensi PHDI Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang, Selasa,24 Februari 2026.

Salah satu agenda awal adalah Saka Bhoga Sevanam pada 1 Maret, berupa aksi berbagi takjil oleh umat Hindu kepada umat Muslim di Masjid Al Fitrah Oesapa. Kegiatan ini dinilai sebagai simbol kuat toleransi di Kota Kupang.

“Kami ingin kebersamaan ini terasa nyata. Berbagi di bulan Ramadhan menjadi jembatan persaudaraan antarumat beragama,” ujar Ketua Panitia Nyepi 2026, I Wayan Gede Astawa.

Selain itu, Pawai Ogo-Ogo yang direncanakan pada 18 Maret juga berpotensi menggerakkan sektor UMKM dan aktivitas ekonomi warga. Wali Kota menilai jika lokasi dipusatkan di kawasan Taman Nostalgia, kegiatan tersebut dapat semakin menghidupkan ikon kota.

“Kalau memang di depan Taman Nostalgia memadai, silakan. Justru bagus karena bisa menghidupkan UMKM dan kawasan itu memang ikon kota kita,” kata Wali Kota.

Ia juga memastikan dukungan anggaran melalui Bagian Kesra tetap tersedia serta mempersilakan pelaksanaan Dharmasanti Nyepi 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota tanpa biaya sewa. Dengan kolaborasi tersebut, perayaan Nyepi diharapkan berlangsung aman, khidmat, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Kota Kupang.