Perayaan Imlek: Momen Berbagi dan Toleransi Umat Buddha
Sumber Foto: ANTARA News Papua Tengah
Sosial

Perayaan Imlek: Momen Berbagi dan Toleransi Umat Buddha

Sorong (ANTARA) - Sekretaris Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Barat Daya (PBD) Romo Dhamamando Sutrisno mengajak umat Buddha memaknai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan meningkatkan semangat berbagi, menebar kebaikan, serta memperkuat toleransi antarumat beragama.

Romo Dhamamando Sutrisno, di Sorong, Selasa, mengatakan Tahun Baru Imlek ini dimaknai sebagai Tahun Kuda Api yang menjadi momentum bagi umat untuk lebih giat melakukan hal-hal positif.

“Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai. Karena itu, mari kita saling berbagi dan menebarkan kebaikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, Tahun Kuda Api dianggap sebagai periode yang penuh dinamika dan perubahan cepat, membutuhkan keberanian mengambil peluang dan mendorong semangat berbagi dan kepedulian serta mengajak orang untuk lebih aktif dan produktif.

Secara simbolis, kata dia, Kuda Api menggambarkan energi yang besar dan membara, sehingga sering dimaknai sebagai ajakan untuk bergerak maju dengan semangat positif dan tetap menjaga keseimbangan dan toleransi.

Nilai berbagi, menurut dia, tidak hanya sebatas materi, tetapi juga mencakup berbagi tenaga, pemikiran, serta cara pandang yang baik kepada sesama.

Ia menambahkan, perayaan Tahun Baru Imlek di wilayah PBD diawali dengan ibadah pembuka dan akan kembali dilaksanakan pada 24 Februari, sedangkan puncak perayaan dijadwalkan pada 3 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan umumnya diisi dengan ibadah dan ramah tamah bersama umat.

Dalam tradisi perayaan, terdapat pula sajian khas seperti lontong cap go meh

yang identik dengan peringatan tersebut. Selain itu, panitia juga mempertimbangkan penambahan atraksi budaya seperti barongsai untuk memeriahkan kegiatan.

Menurut data MBI PBD, jumlah umat Buddha yang terdaftar mencapai sekitar 800 jiwa, dengan 500 jiwa berada di wilayah kota dan sisanya tersebar di kabupaten, termasuk Raja Ampat.

"Saat ini, keberadaan umat Buddha tercatat di tiga kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya, sementara tiga kabupaten lain belum ada," ujarnya.

Selain perayaan Imlek, dalam ajaran Buddha terdapat empat hari raya besar yang diperingati umat, yakni Waisak, Asadha, Kathina, dan Imlek, di mana salah satu puncak perayaan tahun ini bertepatan pada 3 Mei mendatang.