Perayaan Imlek 2026 di Ketapang Disederhanakan Sebagai Bentuk Toleransi Saat Ramadan
KETAPANG – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Ketapang, yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dipastikan digelar sederhana dan akan mengalami sejumlah penyesuaian teknis karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Hal tersebut disampaikan oleh Penanggung Jawab Kegiatan Imlek Ketapang, Susilo Aheng kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
“Kami menyederhanakan rangkaian perayaan Imlek tahun 2026 ini sesuai hasil kesepakatan bersama. Ini juga bentuk penghormatan dan toleransi kepada saudara-saudara kita umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Susilo Aheng menjelaskan bahwa sejumlah agenda utama Imlek tetap dilaksanakan, namun ada penyesuaian skala dan durasi. Salah satunya terkait atraksi budaya seperti tatung, barongsai, serta pawai naga tetap digelar, namun rute pawai akan dipersingkat dan waktu pelaksanaan dibatasi.
“Untuk kegiatan tatung, barongsai, dan pawai naga tetap ada, tetapi rutenya akan kami persingkat agar lebih sederhana dan tertib,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa rangkaian awal perayaan Imlek berupa ritual buka mata atau bakar naga dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026.
“Akan dipusatkan di Pemakaman Umum Desa Payak Kumang, Kabupaten Ketapang, sesuai tradisi yang selama ini dijalankan,” tuturnya.
Aheng berharap, perayaan Imlek tahun ini tetap berjalan khidmat meski dilaksanakan secara sederhana, sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Ketapang.




