Peran Pemuda dalam Mempertahankan Toleransi dan Identitas Bangsa
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Upaya memperkuat toleransi sosial dan keagamaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman. Peran komunitas pemuda menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesadaran tersebut.
Pendiri Komunitas Lampu (Lampung For Peace And Unity), Yoga Pratama, mengatakan keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Ia menilai toleransi tidak cukup hanya diajarkan, tetapi juga perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yoga, tanpa ruang komunikasi yang sehat, perbedaan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Karena itu, komunitas pemuda dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai latar belakang dalam suasana dialog yang positif.
“Kalau tidak dijaga, tidak dirawat, tidak ada ruang temu, sebenarnya tinggal meletusnya saja konflik. Jadi kita sebagai generasi muda harus tetap memupuk nilai toleransi,” ujar Yoga Pratama kepada RRI, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan toleransi harus terus digaungkan agar masyarakat tidak melupakan batas-batas dalam menghargai perbedaan. Selain itu, upaya ini juga menjadi cara untuk menjaga masyarakat tetap memahami identitas Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Yoga menyebut perkembangan generasi muda saat ini cukup menggembirakan karena lebih terbuka terhadap perbedaan. Ia menilai Gen Z dan Gen Alpha mulai menunjukkan sikap toleransi yang lebih kuat dibanding generasi sebelumnya.
Ia berharap ruang-ruang dialog yang melibatkan anak muda terus diperluas melalui kegiatan komunitas, diskusi lintas budaya, maupun aktivitas sosial bersama. Dengan begitu, toleransi tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.




