Ruang Press - Harga minyak dunia yang mengalami penurunan diharapkan diikuti dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pasokan minyak mentah yang diperoleh pemerintah dengan harga lebih rendah, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga daya beli.
Penurunan harga minyak dunia menjadi perhatian anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno. Ia menyatakan bahwa penurunan harga minyak global akan berpengaruh pada harga BBM di dalam negeri. Namun, penyesuaian harga BBM belum dapat dilakukan segera karena pemerintah masih menyalurkan stok minyak mentah yang dibeli saat harga tinggi.
Eddy menyampaikan bahwa setelah stok minyak yang mahal habis dan digantikan dengan pasokan baru yang lebih murah, harga BBM berpeluang untuk disesuaikan. Dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia menegaskan pentingnya penyesuaian harga BBM agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari penurunan harga minyak dunia.
Selain penyesuaian harga BBM, Eddy juga menekankan perlunya penguatan ketahanan energi nasional dengan mempercepat pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan pemanfaatan bioenergi. Ia mendorong agar peningkatan penggunaan biodiesel dan campuran etanol dalam BBM diimbangi dengan produksi bahan baku dalam negeri. Isu penurunan harga minyak dunia juga muncul setelah OPEC+ meningkatkan produksi minyak, menekan harga global dan membuka peluang bagi penyesuaian harga BBM di Indonesia.