Peningkatan Produktivitas Sawit: Kunci Stabilitas Ekonomi Nasional
Sumber Foto: Kantor Berita Sawit
Lifestyle

Peningkatan Produktivitas Sawit: Kunci Stabilitas Ekonomi Nasional

Share

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kelapa sawit menjadi isu krusial dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Media Briefing BPDP bertajuk Sawit Indonesia: Jalan di Tempat atau Terus Melaju ke Depan yang digelar di Hotel Mövenpick Pecenongan, Jakarta. Dalam acara ini, menghadirkan Zaid Burhan Ibrahim selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP serta Dr. Ir Tungkot Sipayung sebagai Direktur PASPI dan Praktisi Sawit Indonesia.

Baca juga: Transformasi Sawit di Era Perubahan Iklim: Dari Sumber Emisi Menuju Sistem Perkebunan Cerdas Iklim

Dalam paparannya, Tungkot Sipayung menekankan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis yang sangat besar terhadap ekonomi nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja, devisa, hingga ketahanan energi. Oleh karena itu, fluktuasi di sektor sawit akan berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

“Kalau kelapa sawit bergejolak, maka perekonomian nasional juga akan ikut bergejolak. Sawit bukan hanya komoditas, tetapi tulang punggung ekonomi, terutama di tidak hanya di daerah tapi juga perkotaan,” ujar Tungkot Sipayung.

Baca juga: Mentan: Dampak Positif Penerapan Biodiesel B50, Impor Solar RI Diprediksi Akan Turun Drastis

Ia mengungkapkan bahwa tantangan utama industri sawit Indonesia saat ini bukan lagi pada perluasan lahan, melainkan stagnasi produktivitas, khususnya di tingkat perkebunan rakyat. Berdasarkan data, dalam hampir tiga dekade terakhir peningkatan luas tanaman menghasilkan tidak sebanding dengan kenaikan produktivitas.

“Perluasan lahan tidak otomatis meningkatkan produksi. Tanpa perbaikan produktivitas, kita justru akan menghadapi gap produksi di masa depan,” tegasnya.

Baca juga: AEP Plantations menjajaki IPO, Target Rampung Tengah 2026

Lebih lanjut, pemerintah mendorong agar produktivitas perkebunan rakyat mampu mencapai minimal 3 ton per hektare, melalui berbagai intervensi strategis seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, penguatan sumber daya manusia, serta riset berkelanjutan. Siaran Pers SP/02/BPDP/2026 Sementara itu, Zaid Burhan Ibrahim menekankan bahwa agenda peningkatan produktivitas sawit harus dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah tantangan global.

1 2

Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email Telegram

Previous Article BPDP Pastikan Distribusi Biodiesel di Boyolali Tepat Sasaran

Next Article Bulan Suci Ramadhan Hingga Menjelang Hari Raya Idulfitri Harga TBS Kelapa Sawit Secara Historis Kerap Mengalami Penurunan

Berita Terkait

Harga Minyak Goreng Rentan Naik, Ini Saran PASPI untuk Pemerintah

Berita Terbaru

Kemenko Pangan dan WWF-Indonesia Dorong Transformasi Sawit untuk Kemandirian Pangan

Berita Terbaru

Pertamina NRE Akan Bangun Pabrik Biometanol Berbasis Limbah Sawit Berkapasitas Awal 50 Ton/Tahun

Berita Terbaru

Jaksa Dampingi Petani Sawit Demi Percepatan PSR

Berita Terbaru

SIEXPO 2026, Pameran Industri Sawit Terbesar Digelar 6-8 Agustus 2026 di Pekanbaru, Riau

Berita Terbaru

BPDP Dorong Pemahaman Sawit yang Lebih Dekat

Berita Terbaru

BPDP Promosikan Kebaikan Sawit dan Produk Turunannya untuk UMKM

Berita Terbaru

250 Peserta Antusias Ikuti Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 yang Dihadirkan AKPY-STIPER

Berita Terbaru

Kemenko Pangan dan WWF Dorong Transformasi Tata Kelola Kelapa Sawit

Berita Terbaru

Comments are closed.