Penguatan Toleransi Melalui Kolaborasi Rumah Ibadah di Kupang
Sumber Foto: republika.co.id
Sosial

Penguatan Toleransi Melalui Kolaborasi Rumah Ibadah di Kupang

Ruang Press - Konflik seringkali bermula dari ketidakharmonisan di tingkat rumah tangga.

Red: Muhammad Hafil

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, melakukan kunjungan kerja (Kunker) strategis di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, melakukan kunjungan kerja (Kunker) strategis di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Akmal Malik menekankan pentingnya penguatan toleransi melalui pendekatan kesejahteraan dan fungsi sosial ekonomi rumah ibadah.

Kegiatan yang seremonialnya berlangsung di Balai Kota Kupang ini dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Polpum, para Asisten dan Kepala OPD se Kota Kupang.

Baca Juga

Dokumen Terungkap, Epstein Pengaruhi Qatar Jalin Hubungan dengan Israel

Berkaca Kasus Tual, Brimob Seharusnya Fokus Tangani Situasi Berisiko Tinggi

Bos LPDP: Beasiswa Itu ‘Lu Pakai Duit Pajak’, Alumni Jaga Etika dan Moral!

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya menyatakan l bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat adalah kunci keberhasilan program kerja Presiden.

"Kami mengajak semua elemen untuk turut membantu. Jika ingin berjalan sendirian kita pasti akan sampai, tapi jika ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama," ungkap dr. Christian dalam siaran persnya, Rabu (25/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Polpum Akmal Malik memberikan arahan khusus agar Kota Kupang menjadi role model dalam praktik kerukunan beragama yang nyata. Menurutnya, cara terbaik membangun toleransi adalah dengan memberikan ruang bagi daerah untuk menunjukkan best practice dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat.

"Menyelesaikan persoalan perbedaan dogma berpotensi menimbulkan problem. Mari kita cari kesamaan, salah satunya adalah kebutuhan pangan masyarakat. Politik Presiden Prabowo adalah politik terbaik yang menempatkan pangan sebagai prioritas utama," ujar Akmal Malik.

Ia menambahkan bahwa konflik seringkali bermula dari ketidakharmonisan di tingkat rumah tangga akibat kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, ia meminta daerah melakukan kebijakan berbasis kebutuhan (need-based policy) agar anggaran yang terbatas dapat diprioritaskan untuk bahan pokok.

Sebagai bentuk aksi nyata, Wali Kota Kupang dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum melakukan penanaman di rumah ibadah bersama para Kepala OPD dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan di Gereja dan Masjid untuk menggambarkan dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap program ketahanan pangan ini. Masjid Al Ikhlas Bonipoi dan Gereja GMIT Horeb menjadi pilihan tepat untuk pilot project penanaman ini.

Sebelum mengakhiri kegiatan dengan Buka Bersama di Masjid Al Ikhlas Bonipoi, Akmal dan Christian menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat sambil ikut "berburu takjil" di Sentra UMKM Takjil di depan Gereja Katedral Kupang.

"Ini benar-benar wujud toleransi dan kerukunan antar umat beragama, pak Wali. Best Practice seperti ini harus disebar dan orkestrasikan kepada seluruh Pemda agar persatuan Indonesia dapat dirawat dari akar rumput"ujar Akmal.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

Advertisement

konflik

rumah ibadah

toleransi

kerukunan umat beragama

kerukunan

perdamaian

Berita Terkait

News - 11 May 2026, 19:52

Grace Natalie Terbuka Bertemu Jusuf Kalla, Klaim tak Punya Masalah Pribadi dengan JK

News - 11 May 2026, 19:10

Pembelaan Grace Natalie Soal Respons Ceramah Jusuf Kalla: Saya tak Unggah dan Edit Video JK

News - 07 May 2026, 18:56

Survei IKUB Diperluas, Pemkab Malinau Petakan Kondisi Kerukunan Umat Beragama

News - 06 May 2026, 11:36

Pendukung Presiden AS Pecah, Pengamat Amerika: Mereka Merasa Dikhianati Donald Trump

Khazanah - 05 May 2026, 20:32

Teladan Nabi Menerapkan Prinsip Toleransi

Kolom - 02 May 2026, 05:05

Ihram vs Senjata: Bagaimana Haji Menjawab Krisis Timur Tengah

Kolom - 24 April 2026, 12:30

Kedewasaan Berbangsa di Tengah Pusaran Disinformasi dalam Membaca Utuh Sosok Jusuf Kalla

News - 22 April 2026, 18:52

Erick Thohir Tegas Soal Dugaan Rasisme di EPA: Sepak Bola Harus Junjung Empati dan Karakter

Berita Lainnya

Esgnow - Kamis , 14 May 2026, 12:34 WIB

Dari Sabang hingga Merauke, Pendampingan PNM Jadi Ruang Tumbuh Usaha Ibu-Ibu Prasejahtera

Esgnow - Kamis , 14 May 2026, 10:12 WIB

Pengelolaan Sawit Dinilai Jadi Pilar Penting Ketahanan Energi Nasional

Esgnow - Kamis , 14 May 2026, 09:22 WIB

Indonesia dan UNEP Perkuat Kerja Sama Pasar Karbon Kehutanan

Esgnow - Kamis , 14 May 2026, 00:21 WIB

Peringati HUT ke-61, PGN Gelar Khitan Massal di Wilayah Operasional

Esgnow - Rabu , 13 May 2026, 17:23 WIB

Gen-Z Dibidik Jadi Motor Baru UMKM Berbasis Sawit