Ruang Press - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat perputaran ekonomi rakyat di tingkat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa melalui KDMP, pemerintah akan membangun sistem distribusi yang lebih efisien dan memperkuat kendali negara atas rantai pasok kebutuhan pokok dari pusat hingga desa.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa sebelumnya panjangnya mata rantai distribusi mengakibatkan petani dan konsumen hanya menikmati sebagian kecil dari nilai ekonomi yang dihasilkan, sedangkan mayoritas dinikmati oleh perantara. Berdasarkan penelitian Menteri Pertanian, keuntungan yang diambil oleh pihak penengah mencapai 30 hingga 40 persen, sementara petani dan konsumen masing-masing hanya memperoleh 30 persen dari total keuntungan.
Dengan hadirnya KDMP, diharapkan sistem distribusi menjadi lebih efisien, sehingga margin yang selama ini dinikmati oleh perantara dapat dialihkan kembali kepada petani dan masyarakat. Daya beli masyarakat diharapkan meningkat, dan perputaran ekonomi di desa akan semakin kuat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga tata kelola yang baik dalam setiap program yang berpihak kepada rakyat, termasuk menindak berbagai bentuk penyelewengan untuk memastikan pembangunan ekonomi nasional berjalan sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa kebijakan strategis yang diambil pemerintah menunjukkan arah yang tepat dalam memperkuat perekonomian nasional, dan berkomitmen untuk menjalankan program tersebut demi kepentingan rakyat.