Penghentian Produksi QatarEnergy Picu Lonjakan Harga Gas Global
Sumber Foto: SWA.co.id
Internasional

Penghentian Produksi QatarEnergy Picu Lonjakan Harga Gas Global

Ruang Press - Pasar energi global mengalami guncangan hebat setelah raksasa energi dunia, QatarEnergy, memutuskan untuk menghentikan sementara produksi gas alam cair (LNG) mereka. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya serangan di kawasan Timur Tengah, yang seketika memicu lonjakan harga gas grosir di pasar Eropa dan Inggris hingga mendekati 50 persen.

Berdasarkan data perdagangan ICE pada Senin (2/3/2026), kontrak berjangka Belanda di pusat TTF—yang menjadi barometer harga gas Eropa—melesat 14,56 euro menjadi 46,52 euro per megawatt jam (MWh), atau setara dengan $15,92 per mmBtu. Meskipun pada awal perdagangan harga sudah merangkak naik 25 persen, sentimen pasar kian memanas setelah pengumuman resmi dari QatarEnergy dirilis.

Gangguan pasokan dari Qatar diprediksi akan memicu perang harga antarwilayah. Massimo Di Odoardo, Wakil Presiden Riset Gas dan LNG di Wood Mackenzie, menyebutkan bahwa absennya aliran LNG dari salah satu eksportir terbesar dunia ini akan memaksa Asia dan Eropa bersaing ketat memperebutkan kargo yang masih tersedia di pasar global.

mmBtu).

"Jika pasar mulai memperhitungkan kekurangan pasokan LNG Qatar untuk periode panjang, harga di TTF berpotensi meroket hingga ke kisaran 80-100 euro/MWh," ujar Patterson.

Di Inggris, tren kenaikan juga tak terbendung. Kontrak gas untuk pengiriman April dilaporkan naik 40,83 pence menjadi 119,40 pence per therm.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.