Ruang Press - Pemerintah Provinsi Bengkulu menerapkan sistem pertanian modern yang dikenal sebagai Advanced Agricultural System untuk lahan sawah seluas 8.500 hektare pada 2026. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas padi dan menekan biaya produksi petani.
Program bantuan dari Kementerian Pertanian ini mengharuskan petani untuk menerapkan metode tanam benih padi langsung ke lahan tanpa melalui proses persemaian. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, menegaskan bahwa seluruh lahan penerima bantuan diwajibkan menerapkan sistem pertanian modern mulai tahun ini.
Rosmala menjelaskan bahwa program ini mengandalkan mekanisasi pertanian. Dengan metode ini, diharapkan penggunaan tenaga kerja, waktu, dan biaya produksi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan hasil panen. Sebelumnya, produksi padi rata-rata mencapai sekitar 9 ton per hektare. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan hasil panen dapat meningkat menjadi 16 ton per hektare.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang melakukan pendataan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk penerima program tersebut, yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026. Petani yang terlibat juga akan menerima bantuan benih padi dan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Rosmala berharap program ini dapat mempercepat modernisasi sektor pertanian di Bengkulu dan memperkuat ketahanan pangan daerah.