Ruang Press - Pendidikan dan kearifan lokal dinilai penting untuk memperkuat toleransi di kalangan generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat.
Dosen Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Yohana Fransiska Medho, menekankan perlunya menjaga kearifan lokal dan etika moral dalam obrolan di RRI Pro 4 Kupang pada 17 Juli 2026. Ia mencatat tantangan yang dihadapi dalam pembentukan karakter dan kebudayaan generasi muda akibat pengaruh teknologi.
Yohana mengungkapkan bahwa dunia pendidikan harus berfungsi sebagai ruang aman bagi pengembangan intelektual dan karakter beradab. Ia menekankan pentingnya memandang perbedaan identitas dan pendapat sebagai kekayaan wawasan, bukan sebagai alasan untuk mendiskriminasi. Ia juga mendorong riset berbasis kearifan lokal dan penggunaan busana motif tenun daerah dalam event akademik dan kepemudaan. Salah satu karyanya yang meraih penghargaan adalah kajian tentang revitalisasi tinju adat Nagekeo sebagai potensi pariwisata budaya.
Yeremias Pande Gany, Sekretaris Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKEBANA) NTT, menyatakan bahwa generasi muda Nagekeo di Kupang berpartisipasi aktif dalam berbagai festival budaya dan peringatan hari besar nasional. Ia berharap generasi muda Indonesia tidak hanya bangga akan penguasaan teknologi, tetapi juga mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai toleransi demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).